RSS

Qurban

18 Sep

Islam: Agama tanpa Hakikat

ha·ki·kat n 1 intisari atau dasar; 2 kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya);

Segala sesuatu mempunyai kulit dan hakikat. Tubuh kita adalah kulit kita sementara roh kita adalah hakikat kita. Bagaimana dengan agama? Agama pun demikian. Setiap agama mempunyai kulit yaitu berupa buku suci dan ritual-ritual yang adalah bagian dari kepercayaan mereka. Tentu dibalik ini semua harus ada hakikatnya, jika tidak berarti ada yang salah.

Qurban
Untuk apa orang Muslim melakukan acara Qurban? Ada-ada saja jawaban Muslim: karena mengikuti tradisi nabi Ibrahim. Untuk apa tradisi itu? Lagi-lagi Muslim tidak bisa memberikan hakikat dari Qurban. Paling baik, Muslim beralasan untuk berbagi dengan sesama. Lucunya, hanya itu sajakah? Berbagi dengan sesama tidak perlu diharuskan oleh suatu ritual. Berbagi sesama harusnya sudah menjadi bagian dari diri bukan ritual yang diharuskan oleh agama tersebut. Sekali lagi, terlihat betapa kosongnya ritual-ritual dalam Islam. Muslim melakukan hanya atas dasar ikut-ikutan tanpa hakikat yang jelas dan sejati.

Lagi-lagi ini semua karena ulah Muhammad yang asal mencontek Alkitab tanpa mengerti hakikat di balik Qurban yang sejati. Kisah Abraham mengorbankan anaknya yang kemudian DITEBUS OLEH TUHAN dengan seekor domba tercatat baik dalam Alkitab maupun Alquran. Semenjak inilah, pengorbanan hewan telah menjadi ritual penebusan oleh bangsa Yahudi seperti diperintahkan oleh Tuhan dan dicontohkan Abraham. Orang Yahudi TIDAK PERNAH mengorbankan manusia, seperti tuduhan kaum Muslim yang sangat membenci orang Yahudi.

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami TEBUS anak itu dengan KORBAN YANG BESAR, (Qs 37:106-107)

Kisah ini sebenarnya adalah nubuatan akan adanya Qurban Maha Besar yaitu Yesus Kristus. Apakah Tuhan tidak bisa melepaskan anak Abraham tanpa Qurban? Bisa saja tapi itu berarti Tuhan membatalkan ketetapan-Nya sendiri. Tuhan bukanlah Tuhan yang tidak konsisten yang dengan mudah mengeluarkan dan membatalkan (naskh) ketetapan begitu saja. Tuhan mempunyai aturan main yang Dia ikuti. Dia bukanlah Tuhan sembarangan atau serampangan yang sewaktu-waktu bisa me-naskh-kan dengan yang lebih baik seakan-akan Tuhan itu dapat ide “baru”. Itu adalah konsep yang sangat manusiawi. Berhentilah memanusiakan Tuhan!

Oleh karena kekonsistenan Tuhan dengan ketetapannya, untuk menyelamatkan anak Abraham yang seharusnya mati untuk ujian iman Abraham, Tuhan pun menebus anak Abraham dengan korban tebusan. Dengan begini, nyawa berganti nyawa. Ketetapan Tuhan pun tetap terlaksana dan kasih Tuhan pun terlihat dengan menyelamatkan nyawa anak Abraham. Bahkan kasih Tuhan terlihat lebih dasyat lagi dengan Qurban Maha Besar yaitu Yesus Kristus yang menebus dosa seluruh umat manusia.

Hakikat dari Qurban adalah keselamatan oleh penebusan nyawa seseorang oleh pengorbanan seorang lain. Karya terbesar sepanjang abad adalah karya Tuhan akan keselamatan kita. Sudahkah kamu menerima penebusan oleh Yesus untuk dosa-dosamu?

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 18, 2011 in Tentang Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: