RSS

Hajar Aswad

07 Apr

Lain teori, lain praktek, itulah gambaran yang pas untuk Islam. Muslim sering kali menuduh agama lain musyrik karena menyembah berhala tanpa menyadari kalau mereka sendiri adalah penyembah berhala, yaitu Hajar Asward. Mari kita lihat bagaimana kaum muslimin menyembah batu hitam ini:

1) Muslimin diharuskan sujud ke arah batu tersebut. Alasan klasik yang seringkali muslim berikan adalah “itu cuma arah kiblat”. Hal itu sama dengan seorang penyembah matahari yang membela diri dengan menyatakan matahari hanya sekedar sebagai arah kiblat.

2) Batu itu disapa dan dipanggil “Allah” oleh para peziarah. Alasan klasik yang kerap disuguhkan muslim  adalah menyatakan panggilan itu cuma kata seru, seperti seruan “Ya ampun, ya tuhan, sontoloyo, dst.” Padahal jelas bahwa kalimat “ALLAHUMA” bukanlah kata seru, tapi sebuah sapaan.

3) Muhammad menyisakan batu hitam itu di Ka’bah, sesuai dengan perintah QS 22:26

4) Daftar perlakuan Muhammad kepada sang batu, yang notabene batu itu adalah jimat (sesembahan) suku Quraish Jahiliyah.

Hadis Sahih Muslim 1150
Sebelum mencium Hajar Aswad itu, Muhammad mengucapkan: “Labbaik allahuma labbaik” yang berarti :
“Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu.”

Hadis Sahih Muslim 1190
“Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau mencium.”

MUWATTA, Book 20, Number 20.33.113:
Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.

Dari: http://www.dzikir.org/b_haji05.htm

kalau mungkin sempatkanlah mengusap dan mengecup Hajar Aswad atau cukup dengan memberi isyarat dari jauh sambil membaca :

“Allahumma Imaanan Bika Wa Tashdieqan Bikitaabika Wa Wafaaan Bi’ahdika Wattibaa’an Lisunnati nabiyika Sayydinaa Muhammadin Shallalahu Alaihi Wasallam.”

Artinya :
“Ya Allah ku ! aku beriman kepada Mu dan membenarkan kitab Mu, dan memenuhi janji Mu serta mengikuti sunnah nabi Mu, yaitu penghulu kami Muhammad SAW”

Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata :
Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf)

MUWATTA, Book 20, Number 20.33.113:
Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.

BUKHARI, Volume 2, Book 26, Number 697:
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 667:
Dikisahkan ‘Abis bin Rabia
Umar mendekati batu hitam (hajar aswad) dan menciumnya dan berkata “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 7, 2011 in Tentang Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: