RSS

Salah atau Malu?

27 Agu

 Kemenag akhirnya mengakui kesalahan terjemah Al Qur’an

(klik link di atas untuk membaca artikel aslinya, tulisan miring adalah tulisan artikelnya, tulisan biasa adalah komentar saya)

JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah diskusi dan debat panjang, Kemenag (Kementrian Agama) akhirnya mengakui kesalahan terjemah Al Qur’an versi Departemen Agama. Hal ini terungkap setelah Majelis Mujahidin (MM) menggelar pertemuan dengan Kemenag di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jum’at (29/04/2011) lalu. Kemenag akhirnya berencan mengeluarkan terjemah Al Qur’an edisi revisi.

Lucu, umat Muslim yang biasa mengatakan Bible selalu direvisi sekarang harus menerima fakta bahwa Quran pun perlu direvisi. Benar! Memang terjemahan Alquran banyak salahnya! Yang paling jelas adalah:

وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Qs 3:54)

Terjemahan yang benar adalah:

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah adalah ahli tipu daya. (Qs 3:54)

Ayat mengenai Mariam juga ada yang salah terjemahan:

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalamrahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta’at. (Qs 66:12)

Yang benar adalah:

dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam vaginanya sebagian dari ruh Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta’at. (Qs 66:12)

Maaf, bukannya saya tidak sopan tapi kata yang digunakan dalam bahasa arabnya memang kemaluan wanita. Dan tidak ada ruh (ciptaan) kami, di sini hanya tertulis ruh kami. Sebenarnya masih banyak salah terjemahan seperti ini. Rupanya para penerjemah muslim merasa malu atau terganggu dengan kata-kata asli arabnya sehingga perlu mengganti maknanya ketika menerjemahkan. Ini adalah suatu bentuk penipuan! Cocok dengan ayat Qs 3:54. Mari kita lanjut dengan artikel ini.

Terjemah Al Qur’an keliru bisa halalkan kumpul kebo

Akibat kesalahan fatal pada terjemahan Al Qur’an versi Departemen Agama (Depag, kini Kementerian Agama/Kemenag) bisa memicu orang menjadi teroris. Bahkan, terjemahan yang tidak pas itu dikhawatirkan juga bisa membuat orang menghalalkan pelacuran. Kemenag pun akhirnya mengakui kesalahan terjemah Al Qur’an versi Depag dan berencana akan mengeluarkan Al Qur’an terjemah edisi revisi.

Ayat manakah yang menghalalkan pelacuran? Mungkin ayat ini:

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاء إِلاَّ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَاء ذَلِكُمْ أَن تَبْتَغُواْ بِأَمْوَالِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُم بِهِ مِن بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيماً حَكِيماً

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni’mati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Qs 4:24)

Sebenarnya Quran sendiri sudah mengalami reivisi, dahulu ayat ini berbunyi demikian:

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka SAMPAI BATAS WAKTU YANG DITENTUKANberikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Qs 4:24)

Ini adalah praktek Mutah yang tidak bedanya dengan prostitusi. Rupanya Muslim jaman dahulu malu dengan ayat ini sehingga menggantinya. Tapi mari kita lihat apakah claim ‘salah terjemahan’ benar atau tidak:

And [also prohibited to you are all] married women except those your right hands possess. the decree of Allah upon you. And lawful to you are beyond these, that you seek them with your property, desiring chastity, not unlawful sexual intercourse. So for whatever you enjoy from themgive them their due compensation as an obligation. And there is no blame upon you for what you mutually agree to beyond the obligation. Indeed, Allah is ever Knowing and Wise. (Qs 4:24)

Rupanya terjemahan bahasa inggrisnya berbunyi sama percis dengan terjemahan bahasa indonesia, jadi apakah telah terjadi salah terjemahan global? Mari kita lihat tafsir online akan ayat ini, kali-kali memang telah terjadi kesalahan terjemahan yang mendunia:

Tafsir al-Jalalayn

And, forbidden to you are, wedded women, those with spouses, that you should marry them before they have left their spouses, be they Muslim free women or not; save what your right hands own, of captured [slave] girls, whom you may have sexual intercourse with, even if they should have spouses among the enemy camp, but only after they have been absolved of the possibility of pregnancy [after the completion of one menstrual cycle]; this is what God has prescribed for you (kitāba is in the accusative because it is the verbal noun). Lawful for you (read passive wa-uhilla, or active wa-ahalla), beyond all that, that is, except what He has forbidden you of women, is that you seek, women, using your wealth, by way of a dowry or a price, in wedlock and not, fornicating, in illicitly. Such wives as you enjoy thereby, and have had sexual intercourse with, give them their wages, the dowries that you have assigned them, as an obligation; you are not at fault in agreeing together, you and they, after the obligation, is waived, decreased or increased. God is ever Knowing, of His creatures, Wise, in what He has ordained for them. (altafsir.com)

Ternyata tidak! Memang praktek pelacuran dihalalkan dalam Alquran. Ini terlihat jelas dengan Tafsir Ath-Tabhari (bahasa indonesia) yang bisa dilihat di link bawah ini:

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.201185076610240.52507.100001562471502

Seharusnya terjemah tafsiriyah bukan harfiyah

Acara dialog antara MM dan Kemenag dimulai pukul 9 pagi yang diawali dengan ramah tamah. Pada kesempatan pertama, Amir MM Ustadz Muhammad Thalib menjelaskan ayat-ayat Al Qur’an mana saja yang telah diteliti kekeliruannya oleh MM.

Kesempatan berikutnya, Ketua Lajnah Tanfidziyah, Ustadz Irfan S Awwas menjelaskan bahwa terjemah versi Depag yang kini beredar di Indonesia sekarang, adalah terjemah harfiyah. Mestinya, yang lebih aman terjemah yang diterapkan adalah terjemah tafsiriyah. Yakni, tak sekadar menerjemahkan, tapi juga dengan menjelaskan ayat-ayat yang diterjemahkan tersebut dari sisi-sisi yang penting. Terutama pada ayat-ayat yang berpotensi menimbulan salah pengertian bagi si pembacanya. Apalagi bila si pembaca sama sekali tidak mengerti bahasa Arab, tapi punya semangat Islam yang tinggi.

Ah, salah pengertian atau malu dengan isi Alquran? Tafsiriyah? Baiklah kita bandingkan terjemahannya dengan tafsirnya, kita lihat apakah memang ada perbedaan makna yang mendalam.

“Misalnya pada terjemah surah at-Taubah, ayat 5. “Maka apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrik itu dimana saja kalian jumpai mereka.” Kalau orang hanya membaca ayat ini, kan bisa membunuh semua orang musyrik dimanapun,” contohnya.

Mari kita teliti:

فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu , maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan . Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (Qs 9:5)

Coba kita lihat terjemahan bahasa inggrisnya:

And when the sacred months have passed, then kill the polytheists wherever you find them and capture them and besiege them and sit in wait for them at every place of ambush. But if they should repent, establish prayer, and give zakah, let them [go] on their way. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful. (Qs 9:5)

Mari kita bandingkan dengan tafsirnya

Tafsir al-Jalalayn

Then, when the sacred months have passed — that is, [at] the end of the period of deferment —slay the idolaters wherever you find them, be it during a lawful [period] or a sacred [one],and take them, captive, and confine them, to castles and forts, until they have no choice except [being put to] death or [acceptance of] Islam; and lie in wait for them at every place of ambush, [at every] route that they use (kulla, ‘every’, is in the accusative because a [preceding] genitive-taking preposition has been removed). But if they repent, of unbelief, and establish prayer and pay the alms, then leave their way free, and do not interfere with them. God is Forgiving, Merciful, to those who repent. (altafsir.com)

Ternyata tidak ada perbedaan makna! Tafsir ini isinya sama percis dengan ayat terjemahannya, yaitu untuk membunuh kaum musyrik di mana saja ditemukan dan memaksa mereka antara mati atau Islam. Ini kah ajaran agama yang konon katanya “agamamu agamaku”? Ternyata itu hanya manis di satu ayat saja. Di ayat lain malah berbicara yang sebaliknya, pemaksaan agama! Lucunya Allah menutup dengan mengaku-aku sebagai maha pengampun dan maha penyayang! Memang Allah ini ahli tipu daya. Ok, lanjut.

Kesalahpahaman lainnya, jelas Irfan, juga bisa dilihat pada terjemah surah al-Ahzaab ayat 51. “…Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu…”. “Ayat ini, kan memunculkan anggapan, kumpul kebo antara mantan suami dan istri tidak berdosa. Padahal ini jelas perzinaan,” tegasnya.

Mari kita lihat dulu ayat terjemahannya:

تُرْجِي مَن تَشَاء مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَن تَشَاء وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ ذَلِكَ أَدْنَى أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَا آتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيماً حَلِيماً

Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki diantara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (Qs 33:51)

Mari kita lihat terjemahan bahasa inggrisnya:

You, [O Muhammad], may put aside whom you will of them or take to yourself whom you will. And any that you desire of those [wives] from whom you had separated – there is no blame upon you [in returning her]. That is more suitable that they should be content and not grieve and that they should be satisfied with what you have given them – all of them. And Allah knows what is in your hearts. And ever is Allah Knowing and Forbearing. (Qs 33:51)

Tidak ada perbedaan makna ternyata. Apakah ada kesalahan terjemahan yang mendunia? Mari kita cek tafsirnya:

Tafsir al-Jalalayn

You may put off (read turji’ or turjī), you may postpone [consorting with], whomever of them you wish, namely, of your wives, from their turn [for intimacy], and consort, embrace [in conjugality], whomever you wish, of them, and come unto her, and as for whomever you may desire of those whom you have set aside, from their share, you would not be at fault, to desire her and consort with her [again]. He was given the choice in this respect after it had been obligatory for him to give each wife her [equal] share [of conjugality]. That, freedom of choice, makes it likelier that they will be comforted and not grieve, and that they will be satisfied with what you give them, of what has been mentioned of your freedom to choose [whom to consort with], every one of them (kulluhunna emphasises the subject of [the verb] yardayna, ‘they will be satisfied’) will be well-pleased with what you give her. And God knows what is in your hearts, with respect to [your] women and [your] preferring some [to others]. We have given you the freedom to choose [from among them] in order to make it easier for you to have what you desire. And God is Knower, of His creatures, Forbearing, in refraining from punishing them. (altafsir.com)

Lagi-lagi Tafsir tidak bertentangan dengan ayat terjemahan. Memang dalam Islam menggalui mantan istri adalah halal hukumnya. Apanya yang salah terjemahan?

Saran dari Ustadz Abu Jibriel ini akhirnya bisa diterima, dimana fihak Kemenagpun akhirnya mengakui bahwa memang telah terjadi kesalahan pada terjemahan Al Qur’an versi Depag, terutama sekali yang terdapat pada terjemah surah al-Ahzaab ayat 51. “…Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu…”.

Kalau terjemahan ayat ini di’telan’ lalu dilaksanakan begitu saja, maka akan memunculkan anggapan, kumpul kebo antara mantan suami dan istri tidak berdosa. Padahal ini jelas perzinaan. Di akhir dialog, fihak Kemenag akan menjadikan masukan MM sebagai bahan pertimbangan revisi terjamah Al Qur’an versi Depag.

Dosa dari mana? Jelas-jelas ini tidak dianggap zinah menurut Alquran! Rupanya para muslimin jaman sekarang mempunyai moral yang lebih baik dari nabinya. Dan karena itulah, mereka malu dengan apa yang tertulis di Alquran sehingga perlu merevisinya. Kalau memang para ulama ini malu dengan Alquran, maka buanglah Alquran dan tinggalkan Islam, tidak perlu berdalih dengan ‘salah terjemahan’. Hanya Islam yang mengajarkan umatnya malah menjadi lebih bejat dengan menghalalkan:

1. Pelacuran dalam tameng pernikahan sementara (Mut’ah)

2. Pembunuhan kaum kafir sembari berkata “agamamu agamaku”

3. Kumpul kebo antara mantan istri dan mantan suami

Wahai muslim! Bertobatlah! Kembalilah ke jalan yang benar! Tidak mungkin ajaran seperti ini datang dari Tuhan! Jangan mau ditipu Muhammad dan orang-orang arab! Ingat taruhannya adalah keselamatan kalian di bumi dan akhirat!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 27, 2011 in Tentang Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: