RSS

Firman Tuhan

18 Sep
Firman Tuhan istilah yang sangat rancu. Firman Tuhan untuk pengikut Tuhan Yesus dan pengikut Muhammad sangat berbeda artinya. Akibat kemiripan istilah namun dengan perbedaan konsep dibaliknya yang sangat besar sering kali ketika seorang pengikut Muhammand berdiskusi dengan pengikut Tuhan Yesus mengeluarkan pernyataan-pernyataan aneh karena ketidaktahuannya sendiri akan persepsi pengikut Tuhan Yesus akan istilah “Firman Tuhan”.

Untuk pengikut Muhammad, Alquran adalah buku dari Tuhan Pencipta. Konon ‘katanya’ di surga sana ada Alquran. Dan yang menulis Alquran adalah Tuhan Pencipta. Quran pun diturunkan ayat per ayat yang dibawa oleh Jibril kepada Muhammad. Anehnya, di dalam Quran sendiri, nabi satu-satunya yang tidak menerima wahyu secara langsung dari Tuhan, hanyalah Muhammad. Muhammad adalah penerima pesan dari pembawa pesan yang asli yaitu Jibril.

Muhammad yang konon tidak bisa baca tulis mengucapkan wahyu-wahyu yang dia terima dan kemudian dituliskan oleh seorang pencatat. Tentu Muhammad yang tidak bisa baca tulis ini tidak bisa mengecek tulisan si pencatat. Bisa saja Muhammad ‘dikerjain’ oleh si pencatat. Ini tercatat di Al-Sira oleh al-‘Iraqi:

Pencatat (Al Quran) untuk Muhammad ada 42 orang. Abdallah Ibn Sarh al-`Amiri adalah salah satu dari mereka, dan dia adalah suku Quraisy pertama dari pada orang-orang yang menulis di Mekkah sebelum dia berpaling dari Islam. Dia mulai mengatakan, “Saya biasanya mengarahkan Muhammad kemanapun saya mau. Dia (Muhammad) mendiktekan kepada saya “Yang Maha Tinggi, Maha Bijaksana”, dan saya cuman menuliskan “Maha Bijaksana” saja. Kemudian dia (Muhammad) mengatakan, “Ya, it semua sama saja”. Dalam suatu keadaan tertentu, dia mengatakan, “Tuliskan begini dan begini”, tetapi saya hanya mencatatkan “Menulis” saja, dan dia (Muhammad) berkata, “Tulis apapun yang kamu sukai.” 

Jadi ketika pencatat itu (Abdullah) mengekspos Muhammad, dia menulis di dalam Al Quran, “Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: ‘Telah diwahyukan kepada saya’, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya” (Qs 6:93)

Jadi ayat Qs 6:93 sebenarnya dituliskan oleh Abdullah Ib Sarh untuk mengekspos kepalsuan Muhammad yang mengijinkan si pencatat untuk mengubah kata-kata.

Kita bisa melihat sendiri bahayanya Muhammad tidak menuliskan sendiri ayat-ayat itu. Itu hanya satu dari sekian kecemaran yang bisa temukan dalam proses penulisan dan kanonisasi Quran. Tapi kita tidak akan membahas lebih jauh karena artikel ini ditulis untuk memberi pengertian yang benar akan istilah Firman Tuhan baik bagi pengikut Tuhan Yesus dan pengikut Muhammad, bukan tentang kecemaran Alquran.

Jadi, apakah Alkitab itu yang disebut Firman Tuhan memiliki konsep yang sama dengan Quran? Sama sekali tidak! Alkitab bukanlah buku yang turun dari langit atau yang diwahyukan ayat per ayat. Tidak ada juga Alkitab di surga sana. Alkitab secara umum terbagi dalam beberapa bagian: Taurat, catatan Sejarah, puisi, nubuatan, riwayat Yesus, dan surat-surat Rasul.

Tidak seperti Quran, Alkitab ditulis oleh manusia secara langsung dengan inspirasi dari Tuhan. Alkitab bukanlah suatu buku yang ditulis dalam jangka waktu yang pendek melainkan kumpulan buku-buku yang dituliskan dalam jangka waktu kurang lebih 1800 tahun. Jumlah penulisnya ada kurang lebih 40 orang. Justru dengan banyaknya jumlah penulis dan rentang waktu yang begitu panjang membuat Alkitab menjadi kumpulan buku yang spesial.

Mengapa? Karena walaupun dengan begitu banyak penulis dan rentang waktu yang begitu panjang, buku-buku ini semua menyampaikan suatu pesan universal yang konsisten, yaitu berita sukacita akan adanya Juruselamat bagi dunia. Kesaksian dari 40 orang tentu lebih kuat daripada kesaksian 1 orang. Untuk merekayasa tulisan-tulisan dari 40 orang berbeda dalam jangka waktu yang begitu panjang jauh lebih sulit daripada merekayasa tulisan oleh 1 orang yang ditulis hanya dalam waktu 23 tahun saja. Jadi dari sisi jumlah kesaksian, jelas Alkitab menang dari Alquran. Hanya Tuhan saja yang bisa merencakan penulisan buku-buku ini yang tersebar dalam jangka waktu yang lama namun tetap konsisten dalam pesan universalnya.

Kelebihan Alkitab lainnya adalah Alkitab mencatat SEJARAH apa adanya, tidak diubah, tidak ditutup-tutupi. Ini terlihat jelas dengan tercatatnya dosa-dosa tokoh-tokoh dalam Alkitab, seperti Daud, Lot, Ishak, dll. Jika Alkitab memang telah diedit harusnya justru dosa-dosa tersebut tidak tercatat karena kecendrungan manusia adalah menyembunyikan kekurangan kita tetapi justru para penulis kitab-kitab itu dengan berani mengemukakan kebenaran tanpa ditutup-tutupi, percis seperti sebuah reportase TV yang jujur. Tentu ini dituliskan bukan untuk ditiru, justru sebagai pelajaran agar kita jangan melakukan hal yang sama, sama seperti reportasi TV diberitakan bukan untuk dicontoh tapi sebagai informasi. Hanya orang bodoh atau jahat saja yang menanggapi semua fakta yang tertulis sebagai sunnah yang harus diikuti tanpa melihat konteks pencatatan tersebut.

Sementara Muhammad telah mengedit dan mengubah cerita-cerita Alkitab yang kemudian dituangkan dalam Alquran. Tokoh-tokoh dalam sejarah Israel pun mendadak tidak pernah berbuat kesalahan sedikit pun sehingga menyamakan mereka suci dengan Tuhan. Alkitab sendiri telah ada kurang lebih 4 abad sebelum Alquran dikumpulkan dan diterbitkan secara resmi. Muhammad yang tidak tuli tentu bisa belajar sedikit banyak tentang Alkitab lewat pembicaraan dan menuliskan Alkitab versinya sendiri.

Jadi, seperti kita lihat yang dimaksud Alkitab sebagai Firman Tuhan sangat berbeda dengan Alquran sebagai Firman Tuhan. Alkitab mencatat kesaksian orang-orang dan hubungan mereka dengan Tuhan apa adanya. Semua ini diinspirasikan Tuhan dan dituliskan oleh manusia. Sementara Alquran adalah hasil pesan berantai dari Allah pada Jibril, Jibril pada Muhammad, dan Muhammad pada para pencatat. Ironisnya, pengumpulan Alquran baru dilakukan SETELAH Muhammad meninggal. Pengumpulan pertama dilakukan oleh kalifah pertama yaitu Abu Bakr. Kemudian ke dua kali di lakukan oleh Usman yang membakar mushaf-mushaf yang lain untuk menghindari kerancuan. Tentu ini menjadi pertanyaan karena Usman bukanlah seorang nabi sehingga seharusnya dia tidak mempunyai otoritas apa-apa untuk menentukan mushaf mana yang benar.

Sementara manuskrip-manuskrip kitab-kitab dalam Alkitab semuanya masih terjaga dan bisa diteliti secara terbuka Dalam hal ini tidak terjadi proses menutup-nutupi. Bisa saja bapak-bapak gereja dulu, mengedit dan menetapkan satu codex (kumpulan) saja kemudian membakar manuskrip-manuskrip yang lain secara paksa sehingga tidak bisa diteliti. Tapi bapak-bapak gereja terdahulu jujur dan transparan.

Namun, para pengikut Yesus percaya bahwa Firman Tuhan yang HIDUP adalah Yesus Kristus. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, karena keajaiban ilahi, Firman Tuhan dan pembawa Firman adalah satu! Karena itulah, Yesus yang adalah Firman Tuhan, Dia sempurna dan kudus. Dialah Juruselamat kita. Agama tidak menyelamatkan. Kitab juga tidak menyelamatkan. Hanya Yesuslah yang menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 18, 2011 in Tentang Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: