RSS

Perjanjian Lama (PL), Perjanjian Baru (PB), dan Alquran.

18 Sep
Kebanyakan orang tidak benar-benar mengerti akan hakekatnya Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bahkan di kalangan orang-orang Kristen pun banyak yang hanya tahu bahwa Perjanjian Baru menggantikan Perjanjian Lama dan kita sekarang hidup di zaman Perjanjian Baru, setidaknya saya dulu pernah berpikir demikian.

Jika orang-orang Kristen saja banyak yang tidak sungguh-sungguh mengerti akan hakekat adanya dua perjanjian ini, terlebih para pengikut Muhammad. Mereka sudah terlebih dahulu sudah terindoktrinasi bahwa orang-orang Yahudi dan para Ahli Kitab telah mengubah wahyu Tuhan. Doktrin ini dikenal dengan tahrifi-lafzi. Jadi sebenarnya lucu, para muslim sering merasa “diserang” oleh kaum nasrani. Padahal merekalah yang terlebih dahulu mengacungkan jarinya dan menuding kaum nasrani sebagai kaum yang sesat. Jadi siapa yang sebenarnya “menyerang” duluan? Tapi cukup sampai di situ soal serang-menyerang.

Para pengikut Muhammad yang telah terindoktrinasi ini akibatnya berpikir bahwa pertama-tama Tuhan menurunkan Taurat, kemudian diubah oleh manusia. Kemudian Dia turunkan Zabur, kemudian diubah oleh manusia. Kemudian Dia turunkan Injil, kemudian diubah oleh manusia. Maka terakhir Tuhan turunkanlah Alquran. Sebenarnya jika ini benar, maka Tuhan kedengaran menjadi lucu. Seolah-olah Tuhan ini tidak mampu menjaga wahyu-Nya sehingga kebenaran bisa sampai hilang. Oh kasihan sekali jika tuhan yang dipercaya Muslim selemah ini dan tidak maha tahu! Apakah tuhannya Muslim tidak tahu bahwa di masa depan pada Yahudi dan ahli Kitab akan mengubah wahyunya? Sehingga diturunkan berkali-kali tapi GAGAL MELULU? Secara tidak langsung tuhan orang Muslim telah GAGAL menjaga wahyu 3x berturut-turut. Jika dia sudah gagal 3x berturut-turut, apakah jaminannya dia tidak akan gagal ke-4 kalinya? Apakah karena ada ayat di Alquran yang mengatakan bahwa Tuhan akan menjaga wahyu-Nya? Tapi bukankah ayat serupa juga ditemukan di Alkitab, jadi seharusnya Tuhan juga menjaga wahyu yang terdahulu. Jadi apakah adanya ayat seperti ini adalah jaminan? Justru doktrin itu malah berbalik menyerang tuhan mereka sendiri yang menjadi terlihat antara seorang pecundang yang gagal menjaga wahyunya sendiri atau penyesat yang dengan sengaja membiarkan kebenaran tenggelam.

Saya pribadi percaya kepada kemahakuasaan dan kebaikan Tuhan Pencipta. Dia MAMPU dan MAU menjaga segala sesuatu yang diwahyukan. Dia MAMPU karena Dia adalah yang Maha Kuasa. Dia MAU karena Dia bukanlah Tuhan penyesat. Tidak mungkin Tuhan membiarkan kebenarannya tenggelam begitu saja kurang lebih 2400 tahun (dihitung dari kitab tertua di PL sampai Quran). Tentu lain cerita jika anda ternyata percaya kepada tuhan yang senang menyesatkan orang, mungkin saja dia dengan senang hati melihat kebenarannya tenggelam begitu saja.

Baiklah, sekarang kita mengerti alasan kenapa Tuhan tidak mungkin membiarkan wahyunya diubah atau kebenaran itu terhilang begitu saja. Tentu sekarang kita bertanya, jadi apakah sebenarnya hakekat dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Kalau saja kita mau merendahkan diri kita di hadapan Tuhan Pencipta, Dia dengan senang hati akan membuka pikiran kita sehingga kita bisa mengerti rencana-Nya.

Tuhan mengadakan Perjanjian Lama dengan Abraham dan kemudian bangsa Israel. Namun, ini semua hanyalah pembukaan saja. Ini hanya kulit saja. Oleh sebab itu, hal-hal dalam PL pun sifatnya lebih ke hal-hal jasmaniah. Dan Tuhan pun SUDAH berencana untuk mengadakan Perjanjian Baru dan Dia bukannya serta-merta mengganti begitu saja. Tuhan Pencipta adalah Tuhan yang teratur dan terencana, BUKAN Tuhan kagetan, yang mendadak menurunkan suatu wahyu tanpa ada nubuatan sebelumnya atau menggantinya tanpa sebab-sebab yang jelas.

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan PERJANJIAN BARU dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. (Yeremia 31:31-32a)

Yang dimaksud kaum Yehuda di sini adalah bangsa non-Israel, ya seperti saya dan anda ini. Jadi jelas sekali Tuhan memang sudah berencana mengadakan Perjanjian Baru tidak hanya dengan bangsa Israel tapi bahkan non-Israel. Dan Perjanjian Baru ini sudah bersifat lebih spirituil. Ini terlihat dengan munculnya istilah “sunat hati” (Ulangan 30:6) dan “taurat hati” (Yeremia 31:33) dalam PL. Jadi fokus di PB ini akan lebih pada hati/roh manusia itu, bukan jasmaninya karena hal spirituil adalah esensi, sementara jasmaniah hanyalah kulit saja.

Tuhan tidak hanya menjajikan Perjanjian Baru tetapi juga seorang Mesias yang akan menyelamatkan umat manusia dari penjajahan dosa.

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Tuhan yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:6)

Jadi kita sudah menggambarkan gambaran besar dari apa yang dinubuatkan oleh para nabi di PL. Kemudian apa hubungannya dengan PB? Mudah sekali, Yesus adalah penggenapan bukan hanya dari Taurat tetapi juga dari nubuatan-nubuatan para nabi di PL. Setelah Taurat digenapi secara sempurna oleh Yesus, maka barulah Perjanjian Baru diusung oleh Yesus (Matius 26:28 ). Perjanjian Baru ini pun seperti dijanjikan sifatnya lebih rohaniah, jadi tidak ada ritual yang ditetapkan. Ya, Yesus datang untuk membebaskan kita dari segala himpitan dosa dan setan supaya kita bisa masuk pada kasih karunia Tuhan.

Dalam kasih Tuhan ini bukan juga berarti kita bisa seenaknya. Tidak sama sekali. Di dalam kasih, tetap ada hukum, yaitu HUKUM KASIH. Ya, yang Tuhan inginkan dari kita bukanlah kita melakukan ritual robotik, seperti sholat 5x sehari yang hanya diulang-ulang seperti kaset rusak, atau mengelilingi kuil hitam tanpa jelas maksudnya, apalagi menciumi batu hitam yang jorok itu. Tidak saudara! Sama sekali tidak! Tuhan menciptakan kita karena kesenangan dan untuk mengasihi. Yang Tuhan inginkan adalah untuk kita saling mengasihi sama seperti Dia mengasihi kita.

Jika anda berpikir mengasihi adalah hal yang sepele, anda salah besar. Ya mungkin mengasihi orang mengasihi kita tergolong gampang, walaupun sebenarnya pada prakteknya kita malah sering menyakiti orang yang mengasihi kita. Lalu bagaimana mengasihi orang yang tidak mengasihi kita, bahkan membenci dan mengutuk kita? Sulit! Lebih mudah untuk melakukan sholat 5x sehari daripada kita mengasihi seorang musuh. Maukah anda mati untuk orang yang membenci bahkan menganiaya anda? Kalau tidak bisa, jangan terburu-buru bilang “mengasihi” adalah hal sepele. Yesus telah melakukan itu, Dia mati bahkan untuk mereka yang membenci-Nya. Itulah kenapa Dia adalah Tuhan karena hanya Tuhanlah yang bisa menunjukkan kasih yang dasyat! Yesus adalah Maha Pengasih.

Jadi, seperti kita lihat, PL adalah kulit atau bayang-bayang dari PB dan PB adalah esensi dari PL. PL adalah nubuatan akan PB dan PB adalah penggenapan dari PB. Di sinilah PL dan PB saling melengkapi satu sama lain menjadi satu kesatuan. Jadi di mana posisnya Alquran? Alquran selalu disebut-sebut sebagai penyempurna tetapi apa yang disempurnakan? Justru yang ada Alquran banyak ajarannya yang bertentangan baik dengan Taurat maupun dengan ajaran Yesus.

Taurat:
1. Istri yang sudah diceraikan kemudian menikah dengan pria lain, tidak boleh menikah kembali dengan suami yang sebelumnya. (Ulangan 24:1-4) Sementara di Alquran, justru supaya istri bisa menikah lagi dengan suami yang diceraikan, dia harus terlebih dahulu kain dengan pria lain. (Qs 2:229-230)
2. Sunat menurut Taurat haruslah dilakukan pada hari ke 8 (Ulangan 12:3). Di dalam Quran, tidak ada perintah jelas soal penyunatan.

Ajaran Yesus:
1. Yesus menegakkan hukum KASIH dan pengampunan yang tak terbatas. Quran mengajarkan boleh memukul istri, tidak ada kasih (Qs 4:34).
2. Yesus menegaskan monogami (Matius 19:5). Sementara Quran justru meneguhkan poligami (Qs 4.3).

Jadi apa yang disempurnakan? Yang ada justru Alquran mengubah dan mengacak-acak semua yang telah dinubuatkan dan digenapi. Mendadak lewat Quran, Tuhan menyuruh umat-Nya untuk melakukan ritual-ritual yang tidak jelas nalarnya di mana, seperti menciumi batu hitam, bersujud lima kali ke arah batu hitam, maupun mengelilingi kuil hitam. Semua ini adalah kegiatan kaum musyrikin yang diadopsi Muhammad ke dalam agamanya.

Tidak hanya itu, Tuhan tidak pernah menubuatkan Muhammad maupun Alquran. Ini sangat aneh! Tuhan sudah menubuatkan adanya PB di PL. Kalau memang Alquran dan Muhammad dari Tuhan, harusnya Tuhan juga menubuatkan mengenai mereka di PB. Muhammad sendiri memang mengaku-aku telah dinubuatkan tapi sayangnya, Muhammad berbohong. Tidak ada nubuatan tentang dia baik di PB maupun di PL.

Tentu inilah dilema Alquran. Di satu sisi, Alquran mengaku bahwa dia mempertegas wahyu-wahyu sebelumnya tapi ternyata wahyu-wahyu sebelumnya malah menunjukkan kepalsuan Alquran. Oleh karena itu, satu-satunya jalan bagi kaum Muslimin adalah menyalahkan orang Yahudi dan Nasrani dan menuduh mereka yang telah mengganti ayat-ayat sehingga bertentangan dengan Alquran. Ironis sekali, tapi memang satu kebohongan akan hanya membawa kita kepada kebohongan lain. Dan kebohongan itu pun bertumpuk-tumpuk. Segala cara dilakukan Muslimin untuk membenarkan kebohongan Islam tapi sayangnya seberapa bagus pembenaran itu tetaplah itu bukan kebenaran. Bagi para Muslim, silahkan kalian mempertahankan pembenaran itu tapi ingatlah kebenaran yang akan menang. Dan kalian yang hanya memegang pembenaran sudah dipastikan akan kalah.

Kiranya kalian akan membuka hati untuk Kebenaran:

Kata Yesus kepadanya: “Akulah JALAN (SHIRATAL MUSTAQIM) dan KEBENARAN (AL-HAQQ) dan HIDUP (AL-MUHYI). Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 18, 2011 in Tentang Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: