RSS

Tawaf

18 Sep
Islam: Agama tanpa Hakikat

ha·ki·kat n 1 intisari atau dasar; 2 kenyataan yg sebenarnya (sesungguhnya);

Segala sesuatu mempunyai kulit dan hakikat. Tubuh kita adalah kulit kita sementara roh kita adalah hakikat kita. Bagaimana dengan agama? Agama pun demikian. Setiap agama mempunyai kulit yaitu berupa buku suci dan ritual-ritual yang adalah bagian dari kepercayaan mereka. Tentu dibalik ini semua harus ada hakikatnya, jika tidak berarti ada yang salah.

Tawaf 
Untuk apakah Muslimin mengelilingi (Tawaf) kuil Kabaah? Apa hakikatnya? Lagi-lagi ritual ini tidak ada kejelasan maksud atau maknanya. Alih-alih umat Islam hanya bisa bilang “perintah Allah” atau “sunnah Nabi.” Detil mengenai ritual ini pun sebenarnya tidak ditemukan di dalam Alquran. Apalagi hakikat dari ritual, sama sekali tidak disinggung. Kasihan sekali, rupanya mereka adalah umat yang BUTA dan imani saja tanpa mengerti hakikatnya.

Tawaf adalah ritual agama Hindu yang dicontek oleh Muhammad. Orang Arab pada waktu itu banyak yang beragama hindu. Kabaah sendiri dicurigai sebagai kuil Hindu. Tawaf dalam agama Hindu dikenal dengan nama Pradakshina. Pradakshina berasal dari kata Pra-dakshina. Dakshina berarti kanan dan Pra berarti maju. Bisa dibilang maju ke kanan. Tawaf yang dilakukan oleh orang Hindu adalah searah jarum jam, sementara Muhammad yang waktu itu walau meniru tetapi tidak mau sama percis, maka dia hanya mengubah arahnya menjadi berlawanan dengan jarum jam. Objek yang ditawafkan juga bermacam-macam, dari kuil, patung dewa, atau yang lainnya.

Lalu apa makna (hakikat) dari ritual ini? Untuk agama Hindu ritual ini berarti kita sedang menjadikan dewa (yang ditawafkan) menjadi pusat dari kehidupan itu. Jadi, tawaf melambangkan bahwa setiap tindakan dan pikiran kita berpusat pada dewa tersebut. Kita tahu bahwa di setiap kuil Hindu pasti ada (patung) dewanya. Begitu pula dengan kuil Islam. Hajar Aswad adalah dewa Islam yang dikelilingi oleh umatnya. Pakaian yang digunakan ketika melakukan Pradakshina pun mirip dengan pakaian ketika seseorang hendak naik Haji.

Orang Hindu mengerti hakikat ini karena ini adalah ajaran mereka. Tapi Muhammad yang bodoh dan hanya bisa menyontek, dia sama sekali tidak mengerti hakikat ini. Muslimin pun ketularan penyakit bodoh dan tidak mengerti hakikat tetapi tetap saja melakukan ritual ini.

Hakikat dari sirkumbulasi adalah membuat Tuhan menjadi pusat kehidupan kita. Tuhan manakah yang menjadi pusat kehidupanmu? Tuhan yang ada di kuil hitam Kabaah yang dikelilingi itu kah? Yang dikenal dengan nama Hajar Aswad? Ataukah Tuhan yang hidup yang mampu dan mau memberikan Roh-Nya bagi mereka yang sungguh-sungguh mau memusatkan diri mereka kepada-Nya? Janganlah tiru kegiatan kaum musyrikin yang bathil itu. Datanglah kepada Tuhan Yesus dan jadikanlah Dia pusat hidupmu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 18, 2011 in Tentang Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: