RSS

Tauhid توحيد

11 Jan
Kita sangat sering mendengar Muslim mendengungkan kata Tauhid. Memang sepertinya hanya itu saja yang mereka bisa banggakan dari Islam, yaitu ke-Tauhid-an Allah. Tetapi apakah sebenarnya mereka sendiri mengerti makna Tauhid itu? Saya rasa setelah pencerahan ini, mereka yang masih memiliki nalar, akan berhenti mengucapkan kata Tauhid untuk “tuhan” mereka.Kata Tauhid ( توحيد ) adalah pecahan kata wahhada – yuwahhidu (وحد – يوحد) yang berarti menyatukan. Jadi, jika kita cari di dalam kamus (cara paling mudah cukup gunakan google translate), Tauhid sendiri berarti PENYATUAN. Tunggu dulu… penyatuan? Ya, PE-NYA-TUAN. Maaf, Tauhid BUKAN berati satu atau ke-esa-an seperti yang selama ini didengungkan. PENYATUAN hanya berarti ada LEBIH dari satu yang disatukan. Ya, ini menegaskan bahwa Muhammad memang seorang musyrik yang menyatukan sembahan bangsa Arab yang menyembah dewa-dewi pada waktu itu. Semua sembahan itu disatukan hanya untuk dewa yang dipilih Muhammad yang bernama Allah, nama dewa yang pada waktu itu dianggap lebih besar dari dewa-dewi lainnya. Allah adalah juga dewa sembahan ayah Muhammad yang bernama Abd’Allah yang berarti hamba Allah.Bahkan sebenarnya pengakuan ini selalu didengungkan oleh Muslimin sendiri tanpa mereka sadari. Ingat teriakkan Allahu Akabar (الله أكبر) ? Ya teriakkan yang erat kaitannya dengan pembunuhan atau peperangan. Setiap kali Muslimin ingin membunuh, baik itu dengan cara bom bunuh diri ataupun dengan pengeroyokan masal, mereka selalu meneriakkan Allahu Akbar. Teriakan yang membawa horor bagi orang-orang yang menjadi korban. Apa sebenarnya makna teriakan yang menyeramkan ini?

Ada yang berkata Akbar berarti yang Besar atau Maha Besar, sehingga Allahu Akbar berarti Allah Maha Besar. Benarkah demikian? Coba kita lihat dalam Alquran sendiri apa artinya Akbar:

يسالونك عن الخمر والميسر قل فيها اثمتتفكرون كبير ومنافع للناس واثمهما اكبر من نفعهما ويسالونك ماذا ينفقون قل العفو كذلك يبين الله لكم الايات لعلكم

Yas-aloonaka AAani alkhamri waalmaysiriqul feehima ithmun KEBIRun wamanafiAAu lilnnasiwa-ithmuhuma AKBARu min nafAAihima wayas-aloonaka mathayunfiqoona quli alAAafwa kathalika yubayyinu Allahulakumu al-ayati laAAallakum tatafakkaroona

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang BESAR dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya LEBIH BESAR dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, (Qs 2:219)

Maaf, Akbar artinya LEBIH BESAR, bukan Maha Besar. Dalam bahasa Arab, besar adalah Kebir (كبير) bukan Akbar (أكبر). Sekarang makin jelaslah, kemusyrikan Muhammad. Muhammad tidak pernah menyembah Tuhan yang Esa, dia hanya menyembah salah satu dewa yang dianggap dewa yang LEBIH BESAR dari dewa-dewi lainnya dan dia ingin MENYATUKAN semua sembahan hanya kepada dewa yang dianggap lebih besar dari dewa-dewi lainnya, yaitu Allah. Bahkan Alquran pun mengakui bahwa Allah bukan satu-satunya pencipta, melainkan hanya pencipta terbaik:

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Qs 23:14)
Then We made the sperm-drop into a clinging clot, and We made the clot into a lump [of flesh], and We made [from] the lump, bones, and We covered the bones with flesh; then We developed him into another creation. So blessed is Allah, the best of CREATORS. (Qs 23:14, Sahih International)

Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (Qs 37:125)
Do you call upon Ba’l and leave the best of CREATORS (Qs 37:125, Sahih International)

Jelas sekali, Alquran tidak mengajarkan keesaan Tuhan, justru Alquran mengajarkan ada banyak pencipta, hanya saja bagi Muhammad, Allah adalah dewa pencipta terbaik. Sungguh semakin jelas kemusyrikan Muhammad. Muhammad tidak pernah mengajarkan Monotheisme, dia hanya mengajarkan penyatuan sembahan kepada satu dewa yang lebih besar dari dewa-dewi lainnya! Ayat pertama dari surat Al-Ikhlas pun menegaskan ini:

ُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Qul huwa Allahu ahad
Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. (Qs 112:1)

Jangan cepat senang dulu, wahai muslimin! Kaum muslim yang tidak bisa berbahasa arab sangat mudah ditipu oleh para ulama-ulama muslim. Mereka hanya manut-manut saja pada semua kebohongan yang disuapkan para ulama ke otak mereka. Para penerjemah Alquran pun sudah terkenal dengan kelicikan mereka dan gemar mengubah kata-kata. Kata Ahad ( أَحَدٌ ) sama sekali TIDAK berarti Maha Esa. Ini adalah penipuan besar-besaran. Kata Ahad berarti sebuah atau seorang atau salah satu. Tidak percaya? Ayo kita lihat di dalam Alquran sendiri:

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ

Wa-in AHADUN mina almushrikeena istajarakafaajirhu hatta yasmaAAa kalama Allahithumma ablighhu ma/manahu thalika bi-annahum qawmun layaAAlamoon

Dan jika SEORANG diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (Qs 9:6)

Ahad sama sekali TIDAK berarti maha esa atau satu-satunya tetapi berarti sebuah atau seseorang atau salah satu. Jadi ayat ini seharusnya berbunyi:

Katakanlah: “Dialah Allah salah satu (dewa pencipta)” (Qs 112:1)

Ini cocok dengan ayat Qs 23:14 dan Qs 37:125 yang menyatakan bahwa Allah bukan satu-satunya dewa pencipta, melainkan hanya yang terbaik dari dewa-dewi pencipta lainnya. Jadi kesimpulan terakhir adalah: Muhammad pun melakukan PENYATUAN (tauhid) sembahan kepada SALAH SATU (ahad) dewa bangsa Arab yang dianggap LEBIH BESAR (akbar) dari dewa-dewi lainnya. Mari kita bandingkan dengan pernyataan Tuhan yang tercatat dalam Alkitab:

Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; “Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang melapisi bumi–siapakah yang mendampingi Aku? (Yesaya 44:24)

Jelas sekali pernyataan Tuhan sebagai satu-satunya penebus (juruselamat) kita dan satu-satunya pencipta khalik langit dan bumi. Dia tidak menyatakan diri-Nya sebagai (salah satu) pencipta terbaik, tetapi sebagai SATU-SATUNYA pencipta. Tidak hanya dengan firman saja tetapi Tuhan Yesus juga menyatakan keberadaan-Nya dengan mukjizat lewat nabi-nabi-Nya di Perjanjian Lama dan bahkan dengan menyatakan diri-Nya dalam rupa Anak Manusia dan menunjukkan keberadaan-Nya. Ya, jelas inilah SATU-SATUNYA Tuhan yang benar. Sementara apa bukti keberadaan Allah? Lihatlah Allah hanya muncul pada saat Muhammad hidup saja bahkan ketika ditantang Allah menolak untuk menunjukkan kuasanya:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. (17:59)

Allah terkesan ‘ngambek’ di sini karena orang-orang sebelumnya (Yahudi dan Nasrani) tidak percaya akan tanda-tanda para nabi maka dia pun menolak untuk memberikan tanda, padahal jelas-jelas fakta menyatakan sebaliknya. Untuk menutupi ketidakmampuan Allah, Allah pun berdusta demikian: konon orang-orang Yahudi dan Nasrani telah mendustakan tanda-tanda Allah, benarkah? Orang-orang Yahudi percaya pada tanda-tanda nabi Musa dan orang-orang Nasrani percaya pada tanda-tanda oleh Kristus. Jadi, siapa sebenarnya yang berdusta? Allah lah si pendusta (Qs 3:54). Satu-satunya yang didustakan di sini adalah fakta bahwa Allah adalah hanyalah salah satu dewa yang disembah bangsa Arab yang tidak memiliki kuasa apapun sehingga tidak mampu untuk memberikan tanda apapun pada Muhammad, nabi Allah satu-satunya.

Fakta mana lagi yang hendak kalian dustakan? (Surat Al-Kabar Akbar Ayat 1)

Jadi Alquran sendiri mengakui kalau ada pernyataan Muhammad membuat mukjizat ini dan itu (misal: membelah bulan), jelas itu adalah sebuah dusta. Jelas Alquran menyatakan Allah tidak memberikan suatu tanda apapun kepada Muhammad, nabi Allah satu-satunya. Para muslimin yang berkata Muhammad diberi tanda atau bahkan menyatakan Alquran sebagai mukjizat, kalian jelas telah mendustai perkataan dewa kalian sendiri. Wahai muslimin! Sampai kapan kalian akan terus mendusta demi Allah bin Muhammad? Sampai kapan kalian membiarkan diri kalian didustai oleh Allah bin Muhammad?

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yohanes 8:44)

Disarikan dari video Christian Prince (mantan Muslim berbahasa Arab) berjudul “Definition of Tawhid monotheism and neo-tawhid Allah Unification with other gods.mp4” dan ditambahkan oleh Kabar Akbar.

Video bisa ditonton di sini (dalam bahasa Inggris):

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 11, 2012 in Tentang Islam

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: