RSS

Kebenaran yang Esa

26 Feb

Saudara begitu banyak agama di dunia ini dan begitu beragam jenisnya, mulai dari sistem kepercayaannya sampai ritual-ritualnya memiliki ragam-ragam yang tak terkira. Bahkan dalam satu agama itu masih terdapat lagi ragam-ragam. Keberagamanan adalah hal baik dan perbedaan haruslah kita terima apa adanya, janganlah kita saling mencela atau saling menghina. Oleh karena itu, janganlah kita berbicara soal agama karena agama itu sensitif sifatnya tetapi marilah kita berbicara tentang sesuatu yang hakiki, yaitu kebenaran. Berbeda dengan agama yang banyak jumlah dan ragamnya, kebenaran hanya ada satu. Tidak mungkin ada 2 ‘kebenaran’, apalagi yang saling bertolak belakang. Salah satu pasti adalah kebohongan dan yang lain kebenaran. Jadi, mari kita tinggalkan untuk sementara wawasan agama kita, baik itu kristen, hindu, buddha, islam, ateis, dll, dan gunakanlah wawasan kebenaran yang netral. Baiklah kita sekarang menguji 3 point tentang Yesus untuk mendapatkan kebenaran tentang pribadi yang sangat berpengaruh ini:1. Agama YesusCatan Muhammad:
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Alloh?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia Isa ‘alaihis salaam) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Alloh, Kami beriman kepada Alloh; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang berserah diri. (Qs 3:52)Catatan Murid-Murid Yesus:
Firman Yesus, “Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. (Yohanes 4:22)Catatan Sejarahwan:
FLAVIUS JOSEPHUS (lahir 37 M)
“Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia, karena dia adalah pelaku berbagai perbuatan yang luar biasa, pengajar orang-orang yang menerima kebenaran dengan sukacita. Dia telah menarik banyak orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi. Dia adalah Kristus, […]” (Antiquities. xviii.33).PLINIUS SECUNDUS, PLINIUS YANG MUDA
“Namun terbukti bahwa semua kesalahan mereka, kekeliruan mereka adalah bahwa mereka mempunyai kebiasaan untuk berkumpulpada hari-hari tertentu sebelum hari terang. Mereka akan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Kristus seperti kepada dewa, dan mengikat sumpah dengan sungguh-sungguh bukan untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi untuk tidak menipu, mencuri, berzina, bersumpah palsu, tidak berkhianat bila mereka harns mempertanggungjawabkannya.” (Epistles X.9)

Fakta: Jelas dari catatan sejarahwan Yesus tidak pernah tercatat sebagai Muslim. Jika Yesus memang Muslim pasti hal tersebut sudah disebutkan karena Yesus harusnya satu-satunya Muslim pada zaman itu dan seharusnya ada sisa-sisa peninggalan Islam pada zaman itu apalagi menurut catatan sejarahwan, Yesus banyak menarik baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi menjadi murid-Nya. Justru murid-murid Yesus tercatat menyanyikan pujian kepada Kristus seperti dewa, ini berarti murid-murid Yesus pada waktu itu menyembah Yesus sebagai Tuhan. Jelas ini membuktikan bahwa sejarahwan tidak pernah mencatat Yesus dan murid-murid-Nya sebagai Muslim.

Nubuatan Nabi Yesaya:
sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem. (Yesaya 2:3b)

Yesus hidup sebagai orang Yahudi karena Dia memang terlahir di tengah bangsa Yahudi seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya: “Firman Tuhan keluar dari Jerusalem”. Untuk mengerti nubuatan ini kita harus mengerti 3 hal:
1. Yesus disebut sebagai Firman (Tuhan) (Yohanes 1:2, 14)
2. Yesus berarti keselamatan (Matius 1:21)
3. Jerusalem melambangkan bangsa Yahudi karena Jerusalem adalah kota sucinya bangsa Yahudi
Sehingga secara gamblang nubuatan itu berbunyi “Yesus yang berarti keselamatan keluar dari bangsa Yahudi”. Jadi memang tepat, keselamatan datang dari Yahudi tetapi bukan hanya untuk bangsa Yahudi melainkan untuk semua bangsa, sehingga untuk selamat kita tidak perlu menjadi orang Yahudi. Bangsa Yahudi memang bangsa yang dipilih untuk mengusung sang Mesias atau Juruselamat tetapi ini sama sekali tidak berarti Tuhan menginginkan kita menjadi seperti bangsa Yahudi karena yang Tuhan lihat adalah hati kita. Bangsa Yahudi dipilih oleh Tuhan hanya supaya memudahkan kita untuk mengenali Mesias yang asli. Sampai sekarang tidak pernah ada lagi tokoh yang mengaku sebagai Mesias dari bangsa Yahudi selain Kristus, tetapi yang dari non-Yahudi sudah banyak yang mengaku sebagai Mesias.

2. Penyaliban Yesus

Catatan Muhammad:
dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Qs 4:157)

Catatan Murid-Murid Yesus:
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. (Matius 27:50)

Catatan Sejarahwan:
FLAVIUS JOSEPHUS (lahir 37 M)
“[…] Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukurnnya di kayu salib, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan Dia; […]” (Antiquities. xviii.33)

PARA ULAMA YAHUDI:
”Pada hari sebelum Paskah mereka menggantung Yeshu (dari Nazaret) dan selama 40 hari sebelumnya telah beredar pengumuman yang mengatakan bahwa (Yeshu dari Nazaret) akan dilontari batu dan’ bahwa dia telah melakukan sihir dan telah menipu dan menyesatkan orang-orang Israel. Hendaknya setiap orang yang mempunyai pembelaan terhadap dia datang dan memohonkan peng¬ampunan baginya. Tetapi karena tidak ada yang datang untuk membela dia mereka menyalibkannya pada hari menjelang Paskah” (Sanhedrin; Babilonia 43a).

Fakta: Jelas sekali menurut catatan sejarahwan dan alim ulama Yahudi, Yesus benar tersalib dan mati. Tidak pernah ada catatan bahwa yang mati bukanlah Yesus dan tidak pernah juga tercatat bahwa mereka merasa ragu siapa yang mati. Justru dari catatan-catatan ini kita melihat mereka sangat yakin bahwa yang disalibkan dan mati adalah Kristus Yesus.

Tentu bisa saja kita berandai-andai bahwa “Allah dengan gaib menyerupakan Yesus”. Baiklah kita juga berandai-andai, jika yang mati adalah orang yang diserupakan, ini berarti Allah dengan sengaja menipu selama 600 tahun beribu-ribu orang-orang yang tak bersalah mengira Yesus benar-benar mati bagi mereka. Jahat sekali bukan Allah itu? Bahkan murid Yesus sendiri sampai tertipu dan mengira Yesus telah mati. Tetapi tentu, semua ini hanyalah andai-andai belaka karena Tuhan tidak mungkin menipu, apalagi orang-orang yang tidak bersalah, yang tidak tahu menahu soal apa-apa.

Nubuatan Nabi Daud:
Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. (Mazmur 22:16)

Saudara pada zaman nabi Daud, penyaliban belum dikenal. Penyaliban baru dikenal ketika masa kejayaan bangsa Romawi, beratus-ratus tahun setelah nabi Daud. Namun nabi Daud dengan gamblang menggambarkan hukuman yang harus diterima Yesus, yaitu kaki tangannya ditusuk seperti pada kayu salib. Tentu ini tidak lain adalah pewahyuan dari Tuhan yang bisa melihat jauh ke masa depan.

Sebenarnya masih banyak lagi nubuatan tentang penyaliban bahkan sangat mendetail sampai digambarkan apa yang terjadi selama penyaliban. Jika ingin membaca lebih banyak tentang nubuatan-nubuatan tentang Kristus bisa klik link berikut: KRISTUS: Penggenapan Nubuatan Perjanjian Lama

3. Kebangkitan

Catatan Muhammad:
Tidak ada karena Muhammad mencatat bukan Yesus yang disalibkan.

Catatan Murid-Murid Yesus:
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” (Matius 28:5-7)

Catatan Sejarahwan:
FLAVIUS JOSEPHUS (lahir 37 M)
“[…] Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukurnnya di kayu salib, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan Dia; karena Dia telah menampakkan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari yang ketiga; sebagaimana yang telah diramalkan oleh para nabi Tuhan sarna seperti puluhan ribu hal lainnya ten tang Dia. Dan kaum Kristen, yang dinarnai demikian menurut namanya, belum juga punah sampai hari ini.” (Antiquities. xviii.33)

Fakta: Kubur Yesus sampai sekarang masih kosong. Jika memang Yesus tidak pernah mati sehingga tidak bangkit, maka harusnya mayat orang yang diserupakan Yesus itu tetap ada di kubur. Tetapi sekali lagi fakta sejarah membantah catatan Muhammad. Ternyata mayat orang yang konon diserupakan itu tidak ada! Bisa saja orang berandai-andai “dicuri anjing”. Sayangnya saudara, jika Anda tahu bagaimana bentuk kuburan Yesus, maka Anda akan tahu bahwa sangat tidak mungkin seekor anjing bisa mencurinya. Ada juga cerita bohong yang disebarkan bahwa murid-murid Yesus yang mencuri mayat Yesus, ini sangat tidak mungkin karena satu, kuburan Yesus waktu itu dijaga oleh para prajurit Romawi dan kedua murid-murid Yesus pada waktu itu masih dalam ketakukan yang sangat, ingat mereka semua berlarian ketika Yesus ditangkap.

Nubuatan nabi Yesus:
“Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” (Matius 20:18-19)

Yesus sendiri telah menubuatkan akan penyaliban, kematian, dan kebangkitan-Nya dan itu pulalah yang terjadi tepat seperti nubuatan nabi Daud, Zakaria, Musa, Yesaya, Mikah, dan nabi-nabi lainnya.

Jadi, silakan saudara sendiri yang tentukan ‘kebenaran’. Ingat saudara, di sini bukan bicara soal agama tetapi soal kebenaran dan kebenaran pasti ada bukti dan tidak mungkin bertentangan denga fakta. Tentu kita bisa saja mempercayai sesuatu sebagai kebenaran lalu mati-matian beralasan supaya keyakinan kita tampak benar tetapi itu berarti kita telah mendustai diri kita sendiri. Bukan begitu caranya kita mendapat kebenaran. Yang benar caranya adalah mengosongkan diri dari segala prasangka, menguji segala sesuatu dengan logika, dan kemudian membandingkannya dengan bukti-bukti yang ada.

Saya pribadi percaya semua agama tidak ada yang benar dan bagi saya, lebih baik saya hidup di dalam kebenaran yang pahit daripada dalam kebohongan yang manis. Setidaknya di dalam kebenaran ada terang sehingga saya tahu percis ke mana saya harus pergi, sementara di dalam kebohongan segala sesuatu tidak jelas dan pastinya berujung celaka. Oleh karena itu saya memilih kebenaran dan menolak agama apapun itu.

Yesus pun bersabda, “Akulah Kebenaran (Al-Haqq).” (Yohanes 14:6).

Agama boleh banyak, kebenaran hanya 1! Siapkah Anda menerima kebenaran yang Esa itu?

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15)

Ini adalah pertanyaan yang paling penting yang setiap manusia harus jawab. Jika kamu memiliki jawaban yang salah, jika kamu percaya pada Yesus yang salah, maka kamu akan mati dalam dosamu.

Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu. (Yohanes 8:24).

Oleh karena itu, sangat penting bahwa kamu tahu tentang kebenaran tentang Yesus. Bacalah setiap bahasan di bawah ini dan minta Tuhan mengungkapkan kepada kamu Yesus yang benar, sehingga kamu tidak mati dalam dosamu.

1. Yesus Anak Manusia

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

Melalui Firman Tuhan, Tuhan menjadi manusia. Tuhan sekarang memiliki bentuk, sebelumnya Dia tak berbentuk sebab Dia adalah Roh. Ia tidak hanya mengambil bentuk manusia tetapi Dia benar-benar menjadi manusia (menjelma/berinkarnasi) dengan segala keterbatasan manusia, seorang manusia sejati. Dia mengosongkan diri-Nya dari kemuliaan-Nya dan menjadi pelayan bagi kita.

Muslimin percaya bahwa Alquran (firman Allah) bersifat ilahi karena Alquran dipercaya sebagai firman Allah, dan dalam waktu yang sama, Alquran bersifat manusiawi seperti yang dibacakan dalam bahasa Arab, bahasa manusia. Jadi, jika firman Allah, Alquran bersifat ilahi dan manusiawi, maka firman Allah yang lain (Yesus) haruslah ilahi dan manusiawi juga. Hal ini mirip dengan konsep Kristen tentang Tuhan menjelma dalam bentuk manusia. Al-Qur’an (firman Ilahi Allah seperti yang diyakini dalam Islam) menjelma dalam bahasa manusia yang ditulis oleh tinta di atas kertas yang kita sebut Mus’haf (buku yang berisi Al-Qur’an). Maka tidak tertutup kemungkinan untuk firman Tuhan dalam Kristus menjelma (berinkarnasi) dalam daging dan darah dalam tubuh Yesus, bukan hanya teks mati yang tertulis di atas selembar kertas. Oleh karena itulah Yesus disebut sebagai firman Tuhan yang HIDUP.

Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan firman-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya.(Qs 4:171)

2. Yesus Anak Tuhan yang Tunggal

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Qs 6:101)

Bertentangan dengan apa yang dikatakan Alquran, Anak Tuhan (yang Tunggal) bukan berarti Tuhan memiliki seorang istri, berhubungan badan dengan istrinya, dan kemudian menghasilkan anak. Sebenarnya ayat Alquran ini malah membuat Allah terdengar agak konyol, seakan-akan Tuhan itu seperti manusia yang membutuhkan pasangan untuk bereproduksi. Yesus adalah Anak Tuhan dalam arti rohani. Roh Tuhan tinggal di dalam Anak Manusia. Apa yang ada pada Anak Manusia memang mewakili Tuhan, perasaan-Nya, kata-Nya, dan pikiran-Nya adalah perasaan, kata-kata, dan pikiran Tuhan. Dia adalah gambaran dari Tuhan yang tidak kelihatan. Dalam hal ini, Dia adalah Anak Tuhan.

ta Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. (Yohanes 14:9)

3. Yesus, Satu-Satunya Tuhan yang Benar

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Qs 5:73)

Bertentangan dengan apa yang dikatakan Alquran, Tuhan bukanlah 3 yang terdiri dari Allah, Isa, dan Maria tetapi Tuhan adalah Satu yang dinyatakan sebagai Bapa, Anak, dan Roh. Yesus bukan salah satu dari tiga tuhan tetapi Dia adalah satu-satunya Tuhan Yang Sejati. Tuhan adalah Roh dan Roh-Nya dapat berada di mana saja seperti yang Dia inginkan (Maha Berkehendak), dalam bentuk apapun yang Ia inginkan (Mahakuasa), dan di banyak tempat sekaligus (Mahahadir). Bapa adalah Roh Tuhan di surga, Anak adalah Roh Tuhan di dalam Anak Manusia, dan Roh Kudus adalah Roh Tuhan di dalam setiap orang percaya. Mereka adalah Satu Roh, Satu Tuhan.

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Raja kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29).

4. Yesus Mesias (Anak Domba Tuhan)

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (Qs 21:47)

Bertentangan dengan apa yang diajarkan Alquran , kita TIDAK bisa menebus diri kita sendiri. Alasannya adalah untuk Tuhan menjadi adil, Dia harus menghukum kita akan dosa-dosa kita karena setiap dosa mendatangkan hukuman sebagai keadilan. Jika Dia membiarkan kita bebas dari hukuman hanya karena perbuatan baik kita, itu berarti Tuhan tidak adil. Bayangkan seorang hakim yang melepaskan seorang pembunuh hanya karena si pembunuh menyumbangkan uangnya kepada orang miskin dan melakukan pekerjaan sosial. Itu tidak adil karena meskipun perbuatan baik, orang itu MASIH harusdihukum untuk kejahatan yang telah dilakukannya.

Dan inilah alasan mengapa kita membutuhkan seorangMesias, Juruselamat, seseorang yang dapat membebaskan kita dari hukuman/kutukan dosa kita. Kita perlu seseorang yang bersedia untuk menanggung hukuman dosa kita, supaya kita bisa bebas dari dosa kita. Tuhan menjadi tidak adil jika tidak menghukum kita atas dosa-dosa kita. Tetapi jika kita dihukum, maka Tuhan bukanlah Maha Pengasih. Untuk menyelaraskan antara sifat-Nya yang Maha Adil dan Maha Pengasih, Tuhan sendirilah yang menanggung hukuman kita. Dengan cara ini sifat Tuhan yaitu keadilannya dan rahmatnya terpenuhi pada saat yang sama. Hanya melalui penebusan-Nya saja kita bisa benar-benar bebas dari kutuk dosa dan memiliki kepastian akan pengampunan dosa. Tidak ada “insya allah”, yang ada hanyalah “Terima kasih Juruselamatku!” Semua ini telah dinubuatkan oleh para nabi sebelumnya.

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28)

5. Yesus Raja Surga

Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Rasul Allah berkata, “Demi Dia yang jiwaku di berada tangan-Nya, pasti (Isa) putra Maryam akan segera turun di antara kamu dan akan menghakimi manusia dengan adil (sebagai Penguasa); (Sahih Bukhari no.3192)

Mirip dengan apa yang dikatakan Hadis di atas tentang Isa, Yesus berkata bahwa Dia akan datang kembali kedua kalinya dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja Surga dan Ia akan memisahkan antara orang benar dan orang fasik. Sebagai Raja Surga, Yesus datang bukan untuk membawa agama tetapi untuk menegakkan kerajaan-Nya, Kerajaan Surga, di bumi. Dia membawa Injil Kerajaan yang merupakan undangan untuk semua orang yang ingin bergabung dengan kerajaan-Nya, bukan untuk masuk ke dalam suatu agama.

Ia juga sudah menyediakan semua yang kita butuhkan untuk masuk KerajaanNya. Dia telah memberikan penebusan dosa yang penuh, Roh-Nya sendiri, dan kuasa dalam nama-Nya untuk melawan musuh Kerajaan-Nya, Syaitan dan malaikat-malaikatnya. Ketika kita memutuskan untuk menjadikan Yesus sebagai Juruselamat dan Raja dalam hidup kita, kita akan dilahirkan kembali, tidak secara fisik tetapi secara rohani. Kita akan dicuci bersih dari dosa kita sepenuhnya dan diberi Roh-Nya supaya kita mampu hidup kudus. Kita akan memiliki otoritas mengusir setan demi nama Yesus yang akan membantu kita untuk hidup kudus dan untuk membantu orang lain untuk bebas dari perbudakan setan.

Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. (Matius 25:31)

Apakah kamu akan menjawab undangan-Nya untuk masuk Kerajaan-Nya?

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)

6. Kekasih Sejati

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (Qs 3:31-32)

Bertentangan dengan Alquran, Yesus mengajarkan bahwa kita harus mengasihi semua orang, bahkan musuh-musuh kita. Karena apa bedanya kita dengan orang-orang jahat atau pendosa jika kita hanya mengasihi orang yang baik kepada kita? Jika Alquran mengajarkan bahwa Allah hanya mengasihi orang yang mengasihinya terlebih dahulu, Allah hanya mengasihi orang yang taat, jadi apa hebatnya Allah? Apa bedanya Allah dengan manusia biasa? Toh semua manusia memang melakukan itu? Tetapi justru Tuhan Yesus mengasihi bahkan orang-orang yang berdosa, justru kedatangan Dia ke dunia ini untuk menyelamatkan mereka.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13)

Yesus mati bukan hanya bagi orang-orang yang mengasihi Dia, tetapi Dia juga bahkan mati bagi orang-orang yang membenci Dia (Roma 5:8). Ini berarti kasih Yesus jauh lebih besar dari kasih terbesar. Kasih Yesus tidak bersyarat, penebusan-Nya tidak bersyarat, hanya saja orang tersebut harus menerima kasih dan penebusan-Nya, jika tidak Yesus tidak akan memaksa. Yesus menawarkan pembebasan tanpa sayarat, Dia tidak mengharapkan kita berdoa 10x sehari atau harus pergi ke suatu tempat yang jauh untuk mencium batu kuning, yang Dia mau hanyalah untuk kita bertobat dan mempercayakan diri kepada Dia sebagai Juruselamat dan Raja kita. Kasih Yesus pun nyata, Dia menunjukkan kasih-Nya dengan mati bagi kita. Semua sesembahan hanya bisa bilang “kasih”, hanya Yesus yang menunjukkan secara nyata dan unik.

Lalu saudara, setelah Anda membaca semua ini, apa katamu, siapakah Yesus itu? Ingatlah saudara-saudara, salah-salah jawab maka engkau bisa mati di dalam dosa-dosamu dan kita semua tahu ke mana orang berdosa dilemparkan setelah kematian.

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Tuhan yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
(Matius 16:16-17)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2012 in Tentang Yesus

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: