RSS

Sempurnakah nabimu?

26 Feb

Peranan nabi di Perjanjian Lama sangat penting sebagai penyambung lidah antara Tuhan dan umat-Nya karena pada saatu itu Roh Tuhan belum dicurahkan secara besar-besaran. Namun, setelah Yesus Kristus naik ke Surga, peranan nabi hampir hilang sama sekali karena roh tuhan telah dicurahkan seperti dijanjikan, sehingga setiap orang yang sungguh sungguh percaya diajar langsung oleh roh tuhan. Lalu apa pandangan kita terhadap para nabi ini?

Pandangan pengikut Yesus akan para nabi:
Para nabi adalah manusia pilihan Tuhan tetapi mereka tetaplah manusia yang tidak sempurna, mereka berbuat dosa juga.

Tidak semua yang Tuhan ijinkan terjadi itu dianggap Tuhan baik. Contoh sederhana: Tuhan mengijinkan Adam dan Hawa memberontak dengan memakan buah yang Ia larang, apakah ini berarti Tuhan menganggap hal tersebut baik? Sekali-sekali tidak! Tuhan memang memberikan kita kehendak bebas untuk memilih, termasuk memilih yang tidak baik karena Dia tidak ingin kita menjadi robot saja. Dia ingin kita berbuat baik atas dasar kehendak bebas, bukan karena diprogram seperti robot.

Sehingga dengan pengertian ini, pengikut Yesus pun belajar membedakan mana yang baik dan benar dari apa yang tertulis oleh bimbingan Roh Kudus. contoh Ishak berpoligami dan bahkan menikahi budak-budak istrinya, akibatnya terjadilah iri hati di antara mereka; Abraham menikahi budak Sarah atas saran Sarah sendiri, akhirnya Sarah malah menjadi cemburu dan mengusir Hagar; Salomo hatinya menjauh dari Tuhan karena istri-istrinya, dll. Harap diingat, mereka melakukan segala sesuatu ini TANPA suruhan dari Tuhan. Dari contoh-contoh ini nampak jelas bahwa poligami adalah sesuatu hal yang tidak baik untuk dilakukan, buah yang dihasilkan tidak baik sehingga janganlah ditiru! Pengikut Yesus tidak dengan membabi buta mengikuti segala sesuatu yang mereka baca karena mereka dipimpin oleh Roh Tuhan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang benar.

Salah contoh yang cukup ekstrim adalah raja Daud yang jatuh dalam dosa perzinahan dan pembunuhan. Tentu, pengikut Yesus dengan lantang menyatakan ini adalah perbuatan yang salah, ini adalah dosa dan tidak patut ditiru. Dan memang demikianlah, Daud terkena teguran Tuhan dan dia pun akhirnya bertobat.

Jadi, memang bagi pengikut Yesus, tiada yang sempurna selain Tuhan. Oleh karena itulah, Kristus Yesus adalah satu-satunya manusia yang sempurna karena Dia adalah gambar (inkarnasi) dari Tuhan, Tuhan dalam rupa manusia. Hanya Dia-lah yang boleh menjadi suri tauladan sempurna. Tetapi tunggu dulu, bukan suri tauladan secara fisik, karena bukan perubahaan fisik yang Tuhan inginkan. Bukannya kita lantas harus menumbuhkan jenggot atau berambut panjang atau pendek, tetapi yang Tuhan mau adalah mencontoh akhlak dan budi Yesus Kristus, yaitu penuh kasih dan kebenaran. Kita pun harus penuh kasih dan kebenaran. Mengasihi semua orang tetapi tetap menjunjung kebenaran dengan menolak dosa dan kelaliman.

Bagaimana dengan pengikut Muhammad? Apa pandangan mereka akan para nabi?
Mereka percaya bahwa nabi-nabi adalah sosok yang sempurna, sehingga apapun yang nabi perbuat mereka tidak bisa katakan selain “baik” adanya. Sehingga ketika Muhammad berzinah dengan budak Mariah, buat muslim pun ini adalah hal yang BAIK. Ketika Muhammad membunuh dengan kejam suami, ayah, dan saudara Safiyya dan kemudian menggaulinya, ini pun dianggap BAIK. Ketika Muhammad menggauli bocah 9 tahun pun ini dianggap BAIK dan patut dijadikan contoh dan memang dicontoh oleh pengikutnya. Ketika Muhammad melakukan pembunuhan massal hanya karena orang-orang itu tidak mengakuinya sebagai nabi, mereka anggap ini adalah hal yang BAIK! Sungguh mengenaskan!

Muhammad tidak bedanya dengan Raja Daud dalam hal kejatuhan dosa, mereka berdua jatuh dalam dosa perzinahan dan pembunuhan. Hanya bedanya, bagi pengikut Yesus, mereka tidak menganggap apa yang dilakukan Raja Daud sebagai contoh yang baik sementara umat Muslim menganggap bahwa apa yang dilakukan Muhammad adalah contoh yang baik. Lagipula Raja Daud menyesal dan bertobat, Muhammad sekali-kali tidak pernah menyesal atau bertobat, bahkan semakin parah saja. Sudah membunuh keluarga Safiyya, kemudian masih menggaulinya. [Ya ampun… bejadnya] Bahkan lebih parahnya lagi, tuhannya Muhammad, Allah, bukannya menghardik nabinya karena berlaku bejad tetapi malah mendukung semua kejahatannya. Kontras sekali dengan Tuhannya raja Daud yang menegur nabi-Nya yang berbuat lalim.

Kaum Muslim pun telah mematikan hati nurani sehingga mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang baik dan benar. Karena sudah kepalang basah mereka bilang bahwa Muhammad adalah manusia sempurna & suri tauladan yang baik, maka perbuatan amoral Muhammad pun mereka harus amini sebagai suri tauladan yang baik.

Di sini lah letak perbedaan mendasar antara pengikut Kristus dan pengikut Muhammad. Pengikut Kristus tidak mengikut dengan membabi buta tetapi diharapkan untuk belajar membedakan mana yang baik dan benar dengan bimbingan Roh Tuhan, sementara pengikut Muhammad dituntut hanya patuh tanpa banyak tanya atau berpikir atau berhati nurani. Akhirnya, pengikut Muhammad pun tidak bisa membedakan mana yang baik dan benar, mana yang jahat dan salah.

Sebenarnya kenapa ya kebanyakan Muslim percaya bahwa nabi-nabi adalah manusia sempurna? Padahal jelas-jelas Alquran menyatakan bahwa nabi-nabi adalah orang-orang yang berdosa: Musa (Qs 28:16), Ibrahim (Qs 6:82), dan Muhammad (Qs 47:19). Sepertinya Muslimin sudah ingkar terhadap kitab mereka sendiri!

Sebenarnya hal ini dilakukan demi memuliakan Muhammad. Muslim menyadari betul kebejadan nabinya tetapi demi menutupi itu semua, mereka mengatakan bahwa semua nabi itu sempurna. Padahal maksud mereka untuk menutupi kejahatan nabi mereka satu-satunya, Muhammad. Namun supaya tidak terlalu mencolok, maka mereka pun bilang bahwa nabi-nabi lain itu sempurna ‘juga’. Lucunya mereka juga selalu bilang bahwa semua nabi ‘sama’ tetapi di saat lain mereka berkata Muhammad adalah yang terbaik dan terhebat. Kenapa? Tidak jelas alasannya. Munafik, di satu saat bilang A, di saat lain bilang B.

Isa Al-Masih: Lahir Kudus tanpa disentuh syaitan bahkan disebut Anak Kudus, berkuasa ilahi dari kecil, memiliki kemampuan yang sama dengan Allah (mencipta, menyembuhkan, membangkitkan), naik ke surga, terkemuka di dunia dan akhirat, hakim yang adil, tidak perlu shalawat karena sudah selamat, diperkuat dengan Roh Kudus, perkataan yang benar

Muhammad: Lahir dari orang tua musyrikin, ditinggalkan ayah dan ibunya, tidak berkuasa selain dengan pedang, perlu dishalawatkan supaya selamat, pernah kerasukan setan, mengajarkan berbohong, sering berzinah, gemar membunuh, mencari uang dengan memungut uang palak (Jizya), suka mengutuki musuh-musuhnya, suka memaksa dan merampok orang

Ini semua sebenarnya hanyalah alasan-alasan yang dibuat untuk meninggikan kedudukan Muhammad, bahkan lebih tinggi dari Isa Al-Masih. Padahal jelas dari segala sisi Isa Al-Masih unggul dari Muhammad tetapi karena Muslim sudah terlalu dibutakan oleh sihir syaitan sehingga tidak bisa lagi berpikir secara rasional, apapun mereka lakukan demi memuliakan Muhammad yang bejad itu. Bukannya mengecam kemaksiatan Muhammad, umat Muslim malah merayakannya dan mencontohnya. Sungguh menyeramkan! Tidak mungkin seorang pengikut Yesus merayakan kebejadan raja Daud yang untuk sesaat itu! Itu adalah dosa!

Wahai Muslimin, bertobatlah! Berpikirlah! Gunakan hati nuranimu! Tuhan Yesus memberkati!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2012 in Tentang Islam

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: