RSS

KRISTUS: Penggenapan Nubuatan Perjanjian Lama

03 Mar

A. YESUS ADALAH ANAK DOMBA TUHAN YANG DINUBUATKAN

Dari kitab PL kita dapat mempelajari bahwa Yesus Kristus adalah Anak Domba Tuhan. Pada masa itu, domba digunakan sebagai korban penghapus dosa (korban yang dibunuh dan diletakkan di atas mezbah) yang sifatnya tidak kekal (karena harus dilakukan setiap tahun). Tetapi Yesus yang adalah Tuhan sendiri turun ke dalam dunia menjadi Anak Domba untuk dikorbankan sebagai penghapus dosa yang sifatnya kekal, karena dilakukan satu kali untuk selamanya. Di samping itu, kita juga dapat mempelajari bagaimana kitab PL telah berbicara mengenai prosesi kedatangan Anak Domba Tuhan ke dalam dunia dan bagaimana kitab Perjanjian Baru (PB) menunjukkan bahwa nubuat-nubuat ini digenapi dalam diri Yesus Kristus. Kita perlu ingat bahwa para nabi PL hidup dan berbicara ratusan tahun sebelum Yesus lahir. Mereka berbicara sebagaimana Tuhan mengajar mereka melalui Roh Kudus. Dan hal-hal yang mereka katakan itu benar-benar terjadi.

“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak Domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes 1:29)

Yohanes Pembaptis mengatakan secara langsung bahwa Yesus adalah “Anak Domba Tuhan”. Kata-kata tersebut mempunyai arti yang besar bagi para pendengarnya karena seekor domba mempunyai fungsi sebagai korban penghapus dosa mulai dari zaman PL hingga saat Yohanes mengeluarkan perkataan itu. Jika Anda ingin mengerti dengan benar gambaran yang diberikan kepada Yesus ini dan apa yang sudah Dia perbuat untuk umat manusia, maka kita harus belajar tentang korban anak-anak domba dalam PL.

1. Perlunya Seekor Domba Dalam PL

Perlunya penebus atau domba sebagai pengganti sudah dinubuatkan semenjak zaman Abraham. Ketika Abraham diperintahkan oleh Tuhan untuk mengorbankan anaknya, malaikat Tuhan pun menghentikan Abraham yang taat pada perintah Tuhan dan hendak mengorbankan anaknya. Malaikat Tuhan pun menyediakan seekor domba jantan untuk dikorbankan sebagai ganti anaknya Abraham. Cerita ini terdapat baik dalam Alquran dan Alkitab.

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami TEBUS anak itu dengan seekor (KURBAN) sembelihan yang besar. (Qs 37:106-107)

Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai KORBAN bakaran PENGGANTI anaknya. (Kejadian 22:13)

Ada banyak perintah yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya. Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh mereka lakukan. Ada juga hal- hal yang harus mereka lakukan. Bila seseorang mengetahui kehendak Tuhan dan menolak untuk menaatinya, orang tersebut berdosa terhadap Tuhan. Dosa adalah penolakan untuk melakukan kehendak Tuhan karena kita memilih melakukan kehendak kita sendiri.

Sebagai contoh, bayangkanlah seandainya ada seorang laki-laki yang hidup pada masa PL. Laki-laki ini telah berdosa terhadap Tuhan. Sesudah berdosa, dia sangat menyesal dan mulai berpikir, “Apa yang harus saya perbuat?” Lalu dia pergi kepada Imam dan berkata, “Saya telah berdosa melawan Tuhan. Apa yang harus saya perbuat?”

Imam itu akan menjelaskan kepadanya bahwa dosa adalah suatu hal yang sangat serius bagi Tuhan. Orang itu harus dihukum atau harus ada orang lain yang menggantikan hukuman bagi dosa-dosanya. Yang jelas, dosa membawa akibat, yaitu hukuman. Selanjutnya, imam akan memberitahukan kepadanya bahwa Tuhan telah memberikan suatu rencana sehingga seekor domba dapat dikorbankan untuk menghapus dosanya. Artinya, domba itu harus menderita hukuman sebagai pengganti orang berdosa tersebut. Dengan demikian dosa-dosanya dapat diampuni. Bacalah Imamat 4:32-35.

Andai kata orang tadi memohon, “Biarkanlah saya mengakui dosa saya padamu dan barangkali Tuhan akan mengampuninya.” Maka imam itu akan menjawab, “Tidak! Sesuai ketetapan Tuhan, di mana ada dosa, di situ juga harus ada kematian untuk membayar hukuman atas dosa tersebut.”

Ia mungkin berkata, “Saya berjanji bahwa saya tidak akan melakukan dosa lagi. Dapatkah dosa ini diampuni tanpa mengorbankan seekor domba?” Imam akan menjawab, “Tidak, sesuai dengan ketetapan Tuhan, jika seseorang ingin agar dosa-dosanya diampuni, maka harus ada darah yang tertumpah” (Ibrani 9:22). Akhirnya, setiap manusia perlu meyadari bahwa jika dia benar-benar menghendaki agar dosa-dosanya dapat diampuni, ia harus mengikuti ketetapan Tuhan, yaitu mengorbankan seekor anak domba sebagai pengganti.

Sama seperti cerita Abraham, anak domba yang sejati untuk dosa-dosa kita Tuhan sendirilah yang sediakan. Yang perlu kita lakukan hanyalah bertobat dan menerima penebusan itu. Inilah ketetapan Tuhan yang maha adil dan maha pengasih.

2.Jenis Domba yang Dibutuhkan

Tuhan telah menguraikan secara jelas dalam Alkitab bahwa jenis anak domba yang dikorbankan harus yang terbaik atau tanpa cacat; tidak sakit, terluka, atau yang tidak sempurna. Oleh sebab itu, ketika seseorang membawa seekor anak domba kepada Imam, dia akan memeriksanya dengan sangat cermat untuk meyakinkan bahwa anak domba tersebut benar-benar telah memenuhi semua kriteria (memiliki semua kualitas) yang ditetapkan dalam PL.

Tuhan sendiri telah menyampaikan pernyataan mengenai Yesus demikian, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17). Yesus adalah satu-satunya pribadi yang memenuhi semua kualifikasi seperti anak domba dalam PL. Dia adalah pribadi yang sempurna dan tanpa dosa. Dengan demikian, Dia dapat menjadi korban “Anak Domba” untuk menggantikan hukuman atas dosa-dosa kita.

3. Kematian Anak Domba adalah untuk Orang Berdosa

Jika domba yang dibawa telah dipandang baik oleh imam, ada dua hal akan terjadi. Pertama, si pembawa korban akan meletakkan tangan mereka di atas kepala anak domba tadi dan mengakui dosanya. Ini adalah suatu gambaran bahwa dosa yang telah diakui orang itu telah dipindahkan dan diletakkan di atas anak domba tersebut.

Kedua, domba yang memikul dosa dan kesalahan orang tadi harus mati. Imam membawa domba tersebut dan dikorbankan menurut petunjuk yang diberikan oleh Tuhan. Anak domba yang tak bersalah itu telah mati untuk manusia yang bersalah.

Inilah yang terjadi ketika Yesus mati di atas kayu salib. Sebagai Anak Domba Tuhan, Dia menanggung dosa-dosa kita pada diri-Nya sendiri. Dia menderita dan mati oleh karena dosa-dosa kita. Hal ini terjadi supaya kita memperoleh pengampunan dosa dan kehidupan kekal selama-lamanya. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Tuhan” (2Korintus 5:21).

4. Jalan Pengampunan Dosa

Kita perlu memahami beberapa hal secara jelas. Ini benar dalam masa PL dan juga masa kini, jika seseorang mencari pengampunan atas dosa-dosanya, hal-hal berikut inilah yang harus terjadi.

a.Dia harus menyadari bahwa dia telah berdosa terhadap Tuhan. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan” (Roma 3:23).

b.Dia harus sungguh-sungguh menyesal atas dosa-dosa-nya. Dia harus mau meninggalkan semua dosa-dosanya. Tuhan tidak akan menerima suatu korban tanpa ada penyesalan yang dalam (Amos 5:21-24).

c.Dia harus menerima rencana pengampunan Tuhan. Hanya ada satu cara untuk pengampunan, yaitu melalui Yesus Kristus Anak Domba Tuhan.

Dengan mengerti hal-hal di atas dan tentang korban domba, Kita dapat lebih mengerti akan apa yang dimaksud Yohanes Pembaptis ketika dia memanggil Yesus dengan sebutan “Anak Domba Tuhan”. Yang dia maksudkan ialah bahwa Yesus adalah Juru Selamat tanpa dosa yang telah Tuhan utus ke dalam dunia untuk mati menanggung dosa-dosa kita.

B. KEHIDUPAN YESUS DI DUNIA TELAH DINUBUATKAN

Kita akan mempelajari beberapa kebenaran agung yang berhubungan dengan Tuhan kita, Yesus Kristus, sebagaimana diajarkan dalam firman Tuhan, yaitu Alkitab. Ratusan tahun sebelum Yesus lahir, para nabi dari Perjanjian Lama (PL) telah banyak berbicara tentang pesan Tuhan kepada manusia. Pesan itu adalah bahwa Tuhan akan mengirimkan seorang Juru Selamat (seseorang yang akan membebaskan manusia dari dosa dan menjadikannya benar di hadapan Tuhan) ke dalam dunia. Mereka tidak hanya membicarakan prosesi kedatangan-Nya, tetapi juga hal-hal tertentu yang akan terjadi dalam kehidupan-Nya.

“Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama- Nya.” (Kisah Para Rasul 10:43)

Ayat tersebut adalah perkataan Rasul Petrus ketika berkhotbah di hadapan sekelompok orang. Dia mengingatkan mereka akan semua yang telah dikatakan para nabi tentang Yesus dan bagaimana keselamatan (menjadi benar di hadapan Tuhan) dapat diterima lewat iman dalam Yesus. Artinya, semua hal yang berhubungan dengan diri-Nya telah diberitahukan (dinubuatkan) jauh sebelum ia lahir ke dalam dunia ini.

1. Tempat Kelahiran-Nya Telah Dinubuatkan Sebelumnya (Mikha 5:1)

Mikha menyampaikan kata-kata ini lebih dari tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan. Memang mustahil bagi manusia bisa mempunyai pengetahuan seperti itu. Hanya oleh Roh Kudus yang bisa memberitahukannya. Melalui Matius 2:1-6 kita tahu bahwa Yesus adalah orang yang menggenapi nubuat dalam PL ini.

2. Perawan yang akan Melahirkan Telah Dinubuatkan (Yesaya 7:14)

Ketika Yesaya berbicara tentang seorang perawan yang akan melahirkan Yesus, ia sama sekali tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Ini juga merupakan sesuatu yang mustahil bahwa seorang perawan dapat melahirkan, jika bukan karena kuasa dari Tuhan yang menyebabkan perkara itu bisa terjadi. Tetapi dari Lukas 1:26-35, kita tahu bagaimana Maria, seorang perawan (dia belum menikah), menjadi ibu Yesus. Meskipun Yusuf diketahui sebagai ayah Yesus, firman Tuhan mengajarkan dengan jelas kepada kita bahwa Yusuf dan Maria tidak hidup bersama sebagai suami istri sampai Yesus lahir. Kita mempelajari hal ini dalam Matius 1:18-25. Semuanya terjadi tepat seperti yang Tuhan firmankan Tuhan lewat Nabi Yesaya.

3. Yesus Mempunyai Roh Kudus yang telah Dinubuatkan (Yesaya 42:1)

Ketika membaca PB, kita menemukan janji yang telah diucapkan oleh Yesaya ini benar-benar digenapi. Yesus dipenuhi Roh Tuhan, yang disebut Roh Kudus dalam PB. Bacalah dengan teliti Yohanes 1:32-34. “Sebab siapa yang diutus Tuhan, Dialah yang menyampaikan firman Tuhan, karena Tuhan mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada- Nya” (Yohanes 3:34-35).

4. Penolakan Manusia akan Yesus telah Dinubuatkan (Yesaya 53:3)

Sudah bertahun-tahun orang Israel menantikan seorang Juru Selamat sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi. Tetapi mereka tidak tahu seperti apa Juru Selamat yang akan diutus Tuhan kepada mereka. Mereka mengharapkan seorang Juru Selamat yang bisa menyelamatkan mereka dari musuh-musuh Israel dan memberikan kekayaan dan kuasa yang besar. Tapi Tuhan mengutus Yesus bukan untuk melakukan keinginan manusia tapi untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Karena itu Yesus datang memberitahukan tentang dosa manusia dan kebutuhan untuk berpaling dari dosa-dosa mereka. Manusia menjadi menolak Yesus. Nubuat ini telah disampaikan lama sebelum terjadi dan dari kitab PB kita membaca bagaimana pemerintah dan pemimpin agama membenci Yesus dan akhirnya memakukan-Nya di atas kayu salib. Bacalah penolakan akan Yesus di dalam Matius 27:22-23, “Kata Pilatus kepada mereka, ‘Jika begitu apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?’ Mereka semua berseru. ‘Ia harus disalibkan!’ Katanya, ‘Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?’ Namun mereka makin keras berteriak, ‘Ia harus disalibkan!'”

5. Yesus Masuk ke Yerusalem Telah Dinubuatkan (Zakharia 9:9)

Nubuat ini menerangkan dengan jelas bagaimana Yesus masuk ke Yerusalem dengan kemenangan-Nya, seperti manusia yang rendah hati mengendarai seekor keledai. Sekarang bacalah Matius 21:1-9. Peristiwa ini juga terjadi dalam hidup Yesus tepat seperti yang telah dijanjikan Nabi Zakharia jauh sebelumnya.

6. Pengkhianatan akan Yesus Telah Dinubuatkan (Mazmur 41:10)

Ayat ini menceritakan kepada kita bahwa pengkhianatan terhadap Yesus dilakukan oleh seorang sahabat karib-Nya. Sahabat yang dimaksud ialah Yudas Iskariot. Dia hidup bersama Yesus selama 3 tahun sebagai salah seorang murid-Nya. Dia ikut melayani, tapi hatinya tidak benar dihadapan Tuhan. Dalam Yohanes 12:6 dikatakan bahwa hal itu dikatakannya bukan karena ia memerhatikan nasib orang- orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Karena cintanya akan uang, dia setuju mengkhianati Yesus dan ini merupakan penggenapan dari nubuatan dari Mazmur 41:10, “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” Bacalah bagaimana nubuat tersebut telah digenapi dalam Matius 26:14-16.

7. Kematian Yesus telah Dinubuatkan

Dalam PL, banyak nubuat yang menceritakan kematian Yesus, yang tidak bisa dipelajari semuanya dalam pembahasan singkat ini. Kita akan memerhatikan beberapa dari nubuatan-nubuatan itu. Pertama, bacalah kematian Yesus di atas kayu salib dalam Matius 27:27-50. Sekarang, mari kita lihat beberapa ayat dalam PL yang menubuatkan peristiwa-peristiwa yang benar terjadi dari kematian Yesus itu.

a.Yesus berseru kepada Tuhan, “Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong.” (Mazmur 22:2). Digenapi dalam Matius 27:46, “Kira-Kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli lama sabakhtani?’ Artinya: TuhanKu TuhanKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

b.Manusia mengolok-olok dan membenci Dia. Perhatikan, “Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. Semua yang melihat aku mengolok- olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya. ‘Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?'” (Mazmur 22:7-9). Bacalah Matius 27:39-43 sebagai penggenapannya.

c.Paku-paku dipakukan ke dalam tangan dan kaki-Nya. “Sebab anjing- anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku” (Mazmur 22:17). Bacalah Yohanes 20:25, “Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, ‘Kami telah melihat Tuhan!’ Tetapi Tomas berkata kepada mereka, ‘Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya sekali-kali aku tidak akan percaya.’

d.Mereka bertaruh untuk pakaian Yesus. “Mereka mambagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku” (Mazmur 22:19). Bandingkan dengan Matius 27:35, “Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagikan pakaian-Nya dengan membuang undi.”

e.Kematian-Nya di atas kayu salib adalah karena dosa-dosa kita. “Tetapi dia tertikam oleh Karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita: ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti ombak, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:5-6). Baca dalam 2Korintus 5:21, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Tuhan.”

f.Dia tetap diam dalam pengadilan. “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian” (Yesaya 53:7b). Digenapi dalam Matius 27:12-14, “Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia Ia tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: ‘Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ Tetapi Ia tidak menjawab satu kata pun sehingga wali negeri itu sangat heran.”

g.Dia dipandang sebagai seorang berdosa. “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak- pemberontak” (Yesaya 53:12). Bacalah Markus 15:27, “Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.”

8. Kebangkitan Yesus telah Dinubuatkan (Mazmur 16:10)

Sekarang, bacalah Kisah Para Rasul 2:22-27. Ketika Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta, dia menggunakan ayat-ayat dari Mazmur 16:10 sebagai bukti bahwa Tuhan telah menubuatkan kebangkitan Yesus. Ketika Petrus selesai menyampaikan pesannya, banyak orang insaf bahwa Yesus telah memenuhi nubuat-nubuat dalam PL.

Mereka kemudian percaya bahwa Yesus pasti Juru Selamat yang dijanjikan dalam PL. Hari itu, sekitar tiga ribu orang berpaling dari dosa- dosa mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Ketika mereka melakukan hal ini, mereka menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

9. Perjanjian Baru telah dinubuatkan (Yeremiah 31:31)

Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Matius 26:28)

10. Kuasa penyembuhan (Yesaya 35:5-6)

Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (Lukas 7:22)

C. NUBUATAN OLEH YESUS KRISTUS SENDIRI

1. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus

“Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” (Matius 20:18-19)

2. Yesus Kristus sebagai penebus dosa manusia

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28)

3. Yesus Kristus menggenapi kitab para nabi

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

4. Nabi-nabi dan kristus-kristus palsu

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (Matius 7:15-16)

Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. (Matius 24:11)

Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. (Matius 24:23-26)

Yesus Kristus telah mewanti-wanti kita supaya berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu dan kristus-kristus palsu. Tidak ada ada nabi lain, selain Yesus Kristus, tidak ada Kristus lain selain Yesus Kristus. Dari sekian banyak nabi-nabi palsu, dua yang cukup terkenal adalah Muhammad dan Joseph E Smith. Mereka berdua mengaku sebagai nabi terakhir dan bahwa keselamatan haruslah melibatkan iman kepada mereka, ini berarti mereka mengangkat diri mereka sebagai kristus-kristus palsu. Ke dua nabi palsu ini juga menghasilkan buah-buah buruk selama hidup mereka, mereka tidak pernah bertobat dari perzinahan, kekerasan, dll. Berhati-hatilah kita telah diperingatkan dengan sangat oleh Tuhan akan tipu daya musuh kita, Syaitan.

Kesimpulan:
Ada kurang lebih 100 nubuatan dari kitab-kitab para nabi yang digenapi oleh Yesus Kristus sementara Muhammad tidak pernah dinubuatkan dan tidak pernah bernubuat. Yesus datang untuk menggenapi kitab para nabi namun Muhammad justru membatalkan semua itu. Mengapa nubuatan itu penting? Karena lewat nubuatan inilah kita mengetahui mana yang dari Tuhan dan mana yang dari Syaitan. Hanya Tuhanlah yang mampu merencanakan segala sesatu dalam rentang waktu ratusan tahun. Ia menjaga Firman-Nya dan menepati janji-Nya. Di dalam Yesus Kristulah, semua janji dan Firman Tuhan digenapi karena Dia adalah Firman Tuhan yang hidup.

(sarapan pagi – diedit dan ditambahkan)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 3, 2012 in Tentang Yesus

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: