RSS

Makna Gelar Al-Masih #1

27 Mar

Al-Masih atau dalam bahasa yunani Khristos dan bahasa ibrani Masiah berarti “pengurapan”, dalam hal ini tentu bukan sembarang pengurapan melainkan pengurapan yang Maha Tinggi.

Kebanyakan Muslim tidak mengerti apa arti Al-Masih, mereka beranggapan itu hanya gelar saja seperti Al-Amin atau lainnya. Ada juga yang mencoba memahami gelar ini dengan main tebak-tebakan. Ada yang bilang Isa mendapat gelar ini karena dia bisa menyembuhkan orang dengan mengusap orang itu. Ada juga yang bilang karena Isa terlahir sempurna secara fisik dan suci. Memang Isa adalah satu-satunya nabi yang tidak pernah berdosa dan oleh karenanya tidak perlu shalawat atau pun pengampunan dosa, berbeda dengan Muhammad yang walaupun konon katanya nabi tetapi sangat membutuhkan shalawat dari umatnya dan masih meminta-minta pengampunan bagi dosa-dosanya. Tetapi gelar Al-Masih sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal tersebut.

Untuk mengerti sesuatu, kita tidak bisa main tebak-tebakan seperti yang dilakukan para Muslim, melainkan kita harus mempelajari latar belakang atau sejarah sehingga kita mendapatkan pengertian yang benar. Karena Yesus terlahir di tengah masyarakat Yahudi, maka kita pun perlu mempelajari apa makna urapan bagi bangsa Yahudi supaya kita mengerti dengan benar gelar Al-Masih atau Kristus ini. Oleh karena itu marilah kita membaca sejarah bangsa Israel yang tercatat di dalam kitab mereka:

Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan MENGURAPI Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama. (1 Samuel 16:13) 

Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah TUHAN TELAH MENGURAPI ENGKAU MENJADI RAJA atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri: (1 Samuel 10:1)

Dalam Perjanjian Lama, para raja Israel ditandai sebagai raja bukan dengan menggunakan mahkota seperti di eropa tetapi dengan pengurapan oleh nabi Tuhan. Jadi pengurapan sebenarnya adalah tanda seorang raja. Selain dari raja-raja, para imam pun mendapat pengurapan tetapi ini topik yang berbeda lagi yang akan dibahas di tulisan lain (di sini).

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4:17)

Jadi, di sini jelas sekali makna dari Al-Masih adalah urapan seorang raja. Dan inilah salah satu makna sebenarnya dari gelar Al-Masih, yaitu Yesus sebagai Raja, bukan sembarang raja tentunya, melainkan Raja atas segala raja (Wahyu 19:16), Dia adalah Al-Malik. Yesus datang BUKAN untuk membawa agama melainkan kerajaan Surga. Agama adalah buatan manusia. Tuhan sama sekali tidak pernah mengajarkan agama.

Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” (Yohanes 18:36) 

Bangsa Israel pun memang  menunggu-nunggu seorang Al-Masih (Mesias/Kristus), seorang raja seperti Raja Daud yang membawa bangsa Israel kepada kejayaannya. Ketika Yesus datang, para ahli Farisi kecewa karena Yesus bukanlah Mesias yang mereka harapkan. Yesus memang datang untuk menegakkan kerajaan-Nya di bumi ini tetapi bukan kerajaan duniawi seperti yang diharapkan oleh ahli Farisi, melainkan kerajaan Surga.

Oleh karena itulah, Yesus ditolak oleh kebanyakan bangsa Yahudi hingga disalibkan. Umat Muslim pun, sama seperti bangsa Yahudi, gagal menangkap kerajaan rohani ini. Baik bangsa Yahudi dan umat Muslim sama-sama berfokus pada hal-hal duniawi, hal-hal yang kasat mata, sehingga mereka menolak Yesus sebagai Al-Malik. Umat Islam sibuk berusaha untuk mendirikan kerajaan Islam di dunia ini padahal itu semua sia-sia, dunia ini akan berlalu. Tuhan tidak peduli dengan kerajaan duniawi, yang Dia mau adalah kerajaan rohani karena Tuhan itu Roh.

Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu (Kristus) dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa (kudus) di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias (Kristus). (Matius 23:8-10) 

Kerajaan Yesus adalah kerajaan surgawi yang bersifat rohani sehingga kerajaan-Nya tidak terlihat secara kasat mata. Dan dalam kerajaan-Nya, hanya ada satu Raja yaitu Yesus Kristus sehingga tidak dibutuhkan seorang manusia pun untuk memimpin para warga kerajaan surga. karena Yesus Maha Hadir dan Maha Tahu, setiap warga kerajaan surga bisa langsung bertanggung jawab kepada Raja Yesus, bukan kepada Paus. Ingat saudara, Paus bukanlah siapa-siapa. Jangan panggil Paus dengan sebutan “Bapa Suci”, sebutan itu hanya boleh untuk Bapa kita di Surga. Jangan juga menyerahkan dirimu untuk dipimpin Paus, dia BUKANLAH pemimpin kita. Hanya satu pemimpin kita, yaitu Yesus Kristus. Janganlah kita disesatkan! Mari kita Kembali kepada Kristus secara murni. Kehidupan warga kerajaan harusnya bersifat kristosentris (berpusat pada Raja Yesus), bukan pada Paus atau Vatikan.

Kerajaan Surga pun memiliki angkatan bersenjata yaitu para malaikat yang siap memerangi syaitan yang mencoba untuk merecoki warga kerajaan surga. Tidak hanya angkatan perang, bahkan setiap warga kerajaan surga dilengkapi dengan kuasa untuk mengusir setan di dalam nama Raja Yesus Kristus. Sayangnya, tidak banyak orang yang mengaku pengikut Kristus menggunakan semua sarana surgawi dengan maksimal sehingga kehidupan mereka kurang menunjukkan kehidupan seorang warga kerajaan surga. Jihad warga kerajaan surga pun bukan terhadap orang-orang di luar kerajaan surga, melainkan terhadap Iblis dan syaitan.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (Matius 25:34) 

Kerajaan Surga disiapkan bagi kita, sementara neraka disiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Iblis sangat membenci ini oleh karena itu Iblis akan berusaha dengan berbagai cara untuk menyeret kita masuk neraka bersama-sama dia. Salah satunya adalah adanya dengan menyibukan kita dengan hal-hal duniawi, bukannya hal-hal rohani hingga akhirnya kita sibuk membangun kerajaan di bumi ini dan lupa untuk masuk ke dalam kerajaan Tuhan.

Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. (Matius 25:31) 

Yesus Kristus memang pertama kali datang dalam rupa hamba untuk melayani kita (Matius 20:28). Namun pada kedatangan-Nya yang kedua kali, Dia akan datang dengan segala kemuliaan-Nya dan Dia akan membawa umat-Nya masuk ke dalam kerajaan Surga. Jika kamu mau masuk ke dalam kerajaan Surga, maka kamu harus menyerahkan dirimu untuk dipimpin oleh Raja Surga, Raja segala raja, Yesus Kristus Al-Malik. Siapkah kamu menyambut datangnya Yesus Kristus?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 27, 2012 in Tentang Yesus

 

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: