RSS

Makna Gelar Al-Masih #2

27 Mar

Sebelumnya kita telah belajar bahwa dari sejarah (di sini), makna gelar Al-Masih atau Mesias adalah urapan seorang raja. Ada makna lain yang tidak kalah pentingnya untuk gelar ini. Dan sama seperti sebelumnya, kita pun harus kembali mempelajari sejarah untuk mengerti dengan benar apa fungsi urapan dalam wawasan Perjanjian Lama yang diperuntukkan untuk bangsa Yahudi ini. Mari kita lihat apa yang tercatat dalam kitab mereka:

Urapilah mereka, seperti engkau mengurapi ayah mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku; dan ini terjadi, SUPAYA BERDASARKAN PENGURAPAN ITU MEREKA MEMEGANG JABATAN IMAM untuk selama-lamanya turun-temurun.” (Keluaran 40:15) 

Selain untuk pengangkatan seorang raja, urapan juga digunakan untuk mengangkat seseorang sebagai imam. Tetapi tunggu dulu, di sini istilah “imam” sangat berbeda dengan istilah “imam” yang dikenal oleh umat Muslim dan mungkin saja banyak orang Kristen yang tidak mengerti istilah ini dengan benar. Di zaman Perjanjian Lama, para imam adalah orang-orang yang dianggap sebagai perantara (syafaat) antara Tuhan dan manusia. Hanya dengan perantaraan seorang imam saja, seseorang bisa melakukan ritual korban penebusan dosa (Imamat 4).

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28) 

Dari fakta sejarah ini, kita belajar bahwa pengurapan yang ada pada Yesus selain untuk menandakan Dia sebagai Raja Surga, juga untuk menandakan Dia sebagai Imam. Tetapi tentu, tidak seperti imam-imam lainnya, Yesus bukanlah imam biasa. Dia adalah Imam Besar sehingga tidak seperti iman-imam biasa di mana mereka menggunakan binatang sebagai korban tebusan, Imam besar kita, Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya sendiri sebagai tebusan bagi nyawa kita. Di sini lah terlihat begitu besar kasih Tuhan akan kita sehingga Dia sendiri rela menanggung kutuk dosa supaya kita boleh hidup kekal dan mendapat tempat di dalam kerajaan-Nya. Sadarkah saudara betapa Tuhan mengasihimu?

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6) 

Tugas atau peran lain seorang imam di Perjanjian Lama adalah sebagai perantara (syafaat) antara Tuhan dan manusia. Namun, semenjak kedatangan Yesus Kristus ke dunia ini, peran tersebut telah dihapuskan sehingga sekarang setiap manusia bisa secara langsung datang kepada Bapa TANPA perantaraan (syafaat) manusia mana pun juga. Jadi saudara, kita tidak perlu mengaku dosa kepada seorang pastur, cukuplah mengaku dosa kepada Bapa Surgawi saja. Pastur tidak bisa mengampuni, hanya Tuhan Yesus saja yang bisa. Janganlah kita mencoba membatalkan apa yang Tuhan telah tetapkan. Dengan mengaku dosa kepada Pastur, secara langsung kita telah menaruh perantara lain antara kita dengan Tuhan dan ini adalah kesesatan dan melawan ketetapan Tuhan! Di Perjanjian Lama, memang perantara itu dibutuhkan tetapi sekarang Tuhan sendirilah yang menjadikan perantara itu, sehingga tidak dibutuhkan perantara yang lain.

Tentu sekarang pertanyaannya, bagaimana Yesus bisa menjadi perantara satu-satunya? Apakah ini berarti Bapa dan Yesus adalah dua pribadi berbeda? Sama sekali tidak. Sering kali kita hanya membaca satu ayat saja tanpa melihat keseluruhan dari pengajaran Yesus. Padahal jika kita baca ayat selanjutnya, Yesus menjelaskan dengan jelas kepada kita siapa itu Bapa sebenarnya.

Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yohanes 14:7) 

Dari sini kita belajar mengapa kita hanya bisa datang kepada Bapa lewat Yesus saja karena Yesus adalah Bapa itu sendiri. Tidak hanya sekali ini saja Yesus mengajarkan bahwa jika kita melihat atau mengenal Dia maka kita juga sudah melihat atau mengenal Bapa. Jelas ini berarti Yesus = Bapa. Anak tidak lain adalah Bapa yang dinyatakan lewat tubuh manusia. Inilah mengapa kita hanya bisa mengenal Bapa lewat Anak karena Bapa yang adalah Roh menyatakan diri-Nya lewat tubuh manusia yang disebut sebagai Anak Manusia.

Ia adalah gambar Tuhan yang tidak kelihatan (Kolose 1:15) 

Pengajaran Yesus pun sekali lagi diungkapkan dengan lebih singkat oleh rasul Paulus. Anak adalah gambar (jelmaan) Tuhan yang tidak kelihatan (Roh). Bapa telah memilih untuk menyatakan diri-Nya dalam rupa yang paling mudah untuk kita mengerti, yaitu seorang manusia. Logikanya begini, jika kita mau berbicara dengan seorang anak berumur 5 tahun, tentu kita tidak bisa berbicara dengan gaya bahasa orang dewasa, kita harus menyesuaikan diri dengan kapasitas bahasa dan berpikir si anak itu. Demikian pula dengan Tuhan, di hadapan Tuhan kita semua adalah seperti anak-anak kecil, kepintaran kita tidak bisa dibandingkan dengan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan pun menurunkan diri-Nya ke tingkatan kita supaya kita bisa lebih mengerti Dia dan pesan-Nya. Sungguh rendah hati dan penuh kasih bukan Tuhan kita?

Sebab Tuhan mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (dunia) oleh Dia. (Yohanes 3:17) 

Saudara, Tuhan sudah melakukan segala sesuatunya untuk kita supaya kita bisa dengan MUDAH datang kepada-Nya. Tidak lagi kita butuh perantaraan seseorang karena Tuhan sendirilah yang menjadi Imam Besar kita. Tuhan hanya benar-benar sejauh doa saja. Tidak lagi kita butuh ritual-ritual karena Tuhan sendiri telah mengorbankan diri-Nya bagi kita karena kasih. Yang dibutuhkan hanyalah kerendahan hati kita untuk datang ke hadirat-Nya dan menerima pengampunan dosa yang telah Dia siapkan kapan saja kita bersedia menerimanya.

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, (Matius 27:51) 

Peristiwa penyaliban Yesus diikuti dengan berbagai macam kejadian ajaib, salah satunya adalah sobeknya tabir Bait Suci. Peristiwa ini menandakan bahwa sudah tidak ada lagi jarak antara manusia dan Tuhan. Tadinya hanya imam tertentu saja yang boleh masuk ke dalam ruangan yang bertabir itu. Namun, Tuhan Yesus telah menghilangkan tabir tersebut sehingga sekarang siapa saja berhak datang kepada Tuhan secara langsung dan berhubungan pribadi dengan Tuhan Yesus.  Ingat, Hanya Yesus Kristuslah satu-satunya syafaat (perantara) yang ada di akhirat nanti. Maukah kamu menerima Yesus sebagai Imam Besarmu?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 27, 2012 in Tentang Yesus

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: