RSS

Islam Sayang Anak

05 Apr

Apakah ‘Iddah itu?

Mungkin mereka yang non-muslim tidak tahu apa ‘iddah itu, ada beberapa ayat dalam Alquran yang menyinggung mengenai perkara ‘iddah, salah satunya yang paling jelas:

Dan perempuan-perempuan YANG TIDAK HAID LAGI (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan YANG TIDAK HAID. Dan perempuan-perempuan YANG HAMIL, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Qs 65:4)

Sekilas kita bisa melihat bahwa berdasarkan ayat di atas, ada beberapa jenis ‘iddah, ada yang untuk wanita hamil, wanita yang tidak haid lagi (menopause), dan terakhir yang untuk perempuan yang tidak haid. Definisi ‘Iddah sendiri bisa dibaca di ayat berikut:

WANITA-WANITA YANG DITALAK HANDAKLAH MENAHAN DIRI (MENUNGGU) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs 2:228)

Jelaslah bahwa ‘iddah berarti masa tunggu ketika seorang wanita diceraikan. Lalu pada kondisi apa sajakah ‘iddah itu berlaku? Mari kita lihat ayat berikut:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka SEBELUM KAMU MENCAMPURINYA MAKA SEKALI-SEKALI TIDAK WAJIB ATAS MEREKA ‘IDDAH bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut’ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya. (Qs 33:49)

Sekilas kita bisa melihat bahwa ‘iddah atau masa tunggu setelah perceraian hanya berlaku ketika sang istri belum disetubuhi oleh suami. Tetapi untuk lebih yakinnya mari kita lihat tafsir ibn kathir berikut:

http://abdurrahman.org/qurantafseer/ibnkathir/ibnkathir_web/33.41900.html

Amr bin Shu`ayb from his father from his grandfather, who said: “The Messenger of Allah said:
`Amr bin Shu` ayb dari ayahnya dari kakeknya, yang mengatakan: “Rasulullah saw bersabda:

(There is no divorce for the son of Adam with regard to that which he does not possess.) This was recorded by Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidhi and Ibn Majah. At-Tirmidhi said, “This is a Hasan Hadith, and it is the best thing that has been narrated on this matter.” It was also recorded by Ibn Majah from `Ali and Al-Miswar bin Makhramah, may Allah be pleased with them, that the Messenger of Allah said:
(Tidak ada perceraian bagi anak Adam berkenaan dengan apa yang ia tidak miliki.) Ini tercatat oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah Hadis Hasan, dan itu adalah hal terbaik yang telah diriwayatkan tentang hal ini ”Hal ini juga dicatat oleh Ibnu Majah dari` Ali dan Al-Miswar bin Makhramah., Semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan kepada mereka, bahwa Rasulullah saw bersabda:

(There is no divorce before marriage.)
(Tidak ada perceraian sebelum menikah.)

(no `Iddah have you to count in respect of them.) This is a command on which the scholars are agreed, that if a woman is divorced before the marriage is consummated, she does not have to observe the `Iddah (prescribed period for divorce) and she may go and get married immediately to whomever she wishes.
(tidak ada ‘Iddah yang harus Anda hitung dari mereka.) Ini adalah perintah di mana ulama sepakat, bahwa jika seorang wanita diceraikan SEBELUM ISTRI DISETUBUHI SUAMI, SANG ISTRI TIDAK PERLU ‘IDDAH (masa tunggu untuk perceraian) dan dia dapat pergi dan segera menikah kepada siapa pun dia mau.

Jelas, tafsir ini menegaskan bahwa ‘iddah hanya berlaku dalam pernikahan yang telah melibatkan seks. Mari kita sekarang kembali ke ayat Qs 65:4

Dan perempuan-perempuan YANG TIDAK HAID LAGI (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan YANG TIDAK HAID. Dan perempuan-perempuan YANG HAMIL, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Qs 65:4)

Secara sekilas kita bisa melihat ada 3 jenis ‘iddah berdasarkan ayat di atas:
1. Perempuan yang sedang hamil
2. Peremuan menopause
3. Perempuan yang tidak haid

Karena masa ‘iddah hanya berlaku dalam pernikahan yang sudah melibatkan seks (Qs 33:49), maka kita tahu bahwa ayat Qs 65:4 ini berlaku hanya untuk pernikahan yang telah melibatkan hubungan seks. Sekarang mari kita tilik tafsirnya untuk lebih jelasnya:

http://altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=65&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2

And [as for] those of your women who (read allā’ī or allā’i in both instances) no longer expect to menstruate, if you have any doubts, about their waiting period, their prescribed [waiting] period shall be three months, and [also for] those who have not yet menstruated, because of their young age, their period shall [also] be three months — both cases apply to other than those whose spouses have died; for these [latter] their period is prescribed in the verse: they shall wait by themselves for four months and ten [days] [Q. 2:234]. And those who are pregnant, their term, the conclusion of their prescribed [waiting] period if divorced or if their spouses be dead, shall be when they deliver. And whoever fears God, He will make matters ease for him, in this world and in the Hereafter.

Dan [bagi] perempuan yang (baca allā’ī atau allā’i dalam kedua kasus) yang TIDAK LAGI MENSTRUASI, jika kamu memiliki keraguan, tentang masa tunggu mereka, ditentukan masa tunggu bagi mereka selama tiga bulan, dan [juga bagi] PEREMPUAN BELUM HAID, KARENA USIA MUDA MEREKA, masa tunggu mereka [juga] menjadi tiga bulan – berlaku untuk kedua kasus selain kasus pasangan mereka yang meninggal, untuk kasus ini masa tunggu yang ditentukan dalam ayat: mereka akan menunggu sendiri selama empat bulan sepuluh [hari] [Qs 2:234]. Dan perempuan-perempuan YANG SEDANG HAMIL, masa tunggu mereka, ditentukan untuk mereka masa tunggu jika bercerai atau jika pasangan mereka mati adalah ketika mereka melahirkan. Dan siapapun yang takut akan Allah, Dia akan membuat hal-hal kemudahan baginya, di dunia ini dan di akhirat.

Jadi tafsir ini menegaskan bahwa:
1. Perempuan hamil (jelas telah disetubuhi) masa tunggunya adalah sampai melahirkan.
2. Perempuan menopause yang telah disetubuhi masa tunggunya adalah tiga bulan.
3. Perempuan YANG BELUM HAID KARENA BERUSIA MUDA DAN TELAH DISETUBUHI masa tunggunya adalah 3 bulan.

Interview tentang pernikahan dini dalam Islam:

Jadi jelas sekali, Islam mengizinkan tidak hanya pernikahan dini tetapi pernikahan sangat dini yang melibatkan seks. Dalam Islam, perempuan muda yang belum haid boleh disetubuhi dalam pernikahan. Islam memang indah. Aisha sendiri baru berumur 9 tahun ketika dia disetubuhi oleh kakek Muhammad yang berumur 53 tahun pada waktu itu. Sungguh contoh mulia dari nabi Islam. Karena ayat dan sunnah nabi inilah banyak sekali anak-anak kecil yang menjadi korban penikahan terlalu dini. Tentu para pedofil akan sangat senang dengan ayat ini. Memang Islam itu menghalalkan pedofilia. Islam itu suci.

Berikut adalah kumpulan berita-berita tentang korban pernikahan terlalu dini oleh Islam:







Jelas masih banyak lagi kasus-kasus yang tidak terdokumentasikan. Ini semua karena ajaran suci Alquran. Sekali lagi Islam terbukti benar… benar-benar menghalalkan pedofilia dalam tameng pernikahan. Islam itu indah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 5, 2012 in Tentang Islam

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: