RSS

Nasib Istri Soleha

05 Apr

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (4:34)

Tidak bisa dipungkiri lagi, memukul istri dianggap BAIK (amit-amit) dalam Islam karena itu dianjurkan oleh Muhammad/Allah. Dalam hal ini, laki-laki yang menetapkan standard dan wanita harus mengikuti standardnya. Jika laki-laki itu tidak puas dengan pelayanan si wanita, maka dia berhak memukulnya. Tentu, ini sangat subjektif dan menguntungkan pihak laki-laki. Seperti kita lihat hasilnya tertulis di atas, akibat diperbolehkannya memukul istri, banyak jatuh korban pemukulan istri oleh Islam dan istri pun tidak diperbolehkan mempertanyakan kenapa suami memukulnya. Sungguh menyedihkan! [Saya mengucap syukur bahwa kaum muslim sekarang banyak yang lebih bermoral dibanding ajaran nabi mereka sendiri sehingga mereka tidak memukuli istri mereka.] Dan yang disalahkan di sini lagi-lagi kaum wanitanya! Muhammad menganggap mereka dipukul karena bukan istri yang ‘terbaik’ sehingga wajar saja dipukul. Sungguh kejam!Asbab Alnuzul 4:34 “Tafsir al-Kabir” Al RAZI:
“Seorang wanita mengeluh kepada Muhamad bahwa suaminya menamparinya di muka, (yang masih ada bekas tamparan). Pada mulanya nabi mengatakan: “Balaslah suamimu itu”, lalu ia menambahkan: “Tunggu, biar saya memikirkannya terlebih dahulu”. Kemudian menurut pengakuannya, Allah menurunkan Q4:34 kepada Muhammad. Nabi mengatakan: “Kami ingin satu hal tetapi Allah menginginkan lain, dan apa yang diinginkan Allah adalah yang terbaik”. [Memukul isterimu adalah terbaik.]

Interpretasi kata hajr sebagai “memisahkan istri dari tempat tidur” dianggap tidak tepat oleh Al-Tabari, salah satu komentator muslim yang terkenal. Hajr sendiri memiliki 3 arti:
1. Menolak untuk berbicara
2. Berbicara dengan mengejek berkali-kali
3. Mengikat sesuatu

Menurut Al-Tabari arti yang tepat untuk hajr sebenarnya adalah mengikat istri seperti mengikat seekor onta dengan hijar atau tali, bukan memisahkan istri dari tempat tidur. Istri pun boleh digauli dalam kondisi terikat atau dipukul. Al-Tabari berkesimpulan ini karena:
1. Dengan definisi menolak untuk berbicara justru ini akan menyenangkan istri yang nuyuznya dikhawatirkan.
2. Jika suami memisahkan tempat tidur, justru ini menyenangkan bagi istri yang menolak tidur dengan suaminya, sehingga ini tidak dihitung sebagai hukuman.

Alasan yang masuk akal memang, tidak heran jika Al-Tabari berpendapat demikian. Tetapi justru itulah terlihat, Islam tidak mengindahkan hati nurani dan hanya main hakim sendiri saja.

Dalam Islam, tidak ada istilah “perkosaan domestik” karena istri harus melayani suami, sehingga kalau suami memaksa pun itu tidak dianggap perkosaan. Bahkan jika istri menolak, tidak hanya dia akan dikutuki oleh para malaikat (untuk apa malaikat Tuhan ‘ngurusin’ urusan tempat tidur? Ini pasti malaikat Iblis yang tidak ada kerjaan lain) dan bisa dipukuli atau dipaksa berhubungan badan.

Video ulama mengajarkan memukul dan memaksa wanita:

Sungguh ajaran bengis seperti ini tidak mungkin turun dari Surga, pasti datangnya dari neraka. Kiranya umat Muslim kembali kepada jalan yang benar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 5, 2012 in Tentang Islam

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: