RSS

Kesaksian

Junaedi Salat – Ali Topan anak jalanan

menjadi anak Tuhan

 

CBNI – Junaedi Salat bintang film dan penyanyi yang terkenal pada tahun
70-an. Saya datang ke Jakarta dengan modal ijazah SMP dengan hasrat untuk
belajar dan bekerja. Ternyata hasrat tersebut tidak mudah digenapi. Untuk
dapat mencari kerja saja sangatlah sulit. Akhirnya saya bekerja serabutan,
melakukan pekerjaan apa saja yang dapat saya kerjakan. Akhirnya saya tamat
SMA dalam tiga tahun. Setelah tamat SMA, saya mencoba bermain film. Dua
bulan setelah tamat SMA saya ditawari bermain film dan ternyata bahkan saya
langsung mendapat peran utama.

Dunia film membawa Junaedi pada puncak ketenaran. Namun dunia film juga
membawa hidupnya mengenal dunia yang bebas. Minuman keras, ganja, judi,
obat-obat terlarang dan berhubungan dengan banyak wanita menjadi gaya hidup
dan teman akrabnya.

Yang namanya bintang film, populer, laki-laki dan masih muda serta bujangan
sudah tentu akan dikerubuti wanita. Saya tidak pernah mencari wanita karena
para wanitalah yang mengejar-ngejar saya. Setiap hari ada wanita yang
mengajak saya makan dan mereka yang membayar untuk itu. Hari ini wanita ini
mengajak saya makan di tempat ini, hari besok wanita yang lain di tempat
lain, begitulah seterusnya. Pokoknya asal jalan saja sudah membuat mereka
senang dan wanita itu rata-rata orang yang cukup kaya saat itu.

Sampai akhirnya saya pacaran dengan dengan wanita, tidak lama kemudian
putus, pacaran kembali, lalu putus, begitu seterusnya. Semua berlangsung
hingga saya bertemu dengan wanita yang kemudian menjadi istri saya saat
ini. Kami menikah tahun 1978. Namun perkawinan ini tidak membawa saya
kedalam kebahagiaan. Pertengkaran demi pertengkaran telah membawa keluarga
kami yang masih berusia muda pada ambang perceraian.

Namun pergumulan ini membuat Mauli, istri Junaedi Salat datang pada Tuhan.
Dia membawa keberadaan keluarga terutama suaminya pada Tuhan. Semua itu
dilakukan hingga akhirnya pergumulan dan doa yang sekian lama dia lakukan
dijawab oleh Tuhan. Tuhan menjamah hati Junaedi Salat dengan cara yang
unik.

Saya menerima Tuhan Yesus dalam suatu perjalanan. Pada waktu itu saya akan
berangkat rekaman ke Roxy dengan menggunakan mobil. Saya kemudian bertanya
di dalam mobil : “Yesus apakah Engkau Tuhan atau bukan?, kalau Engkau
Tuhan, tolonglah saya, saya sedang bingung!”. Itulah pertanyaan saya
disiang hari bolong. Saya menganggap Dia seperti duduk di jok samping saya
saat itu.

Namun kemudian saya merasakan sesuatu terjadi. Saya bergetar dan saya
menangis sejadi-jadinya. Tubuh saya seperti lumpuh. Mungkin jika saya
berdiri saat itu saya akan jatuh. Saya menangis habis-habisan. Saya
hentikan mobil dan menangis sejadi-jadinya. Saya merasakan suatu
penyesalan. Saat mata saya terpejam, saya menyaksikan suatu gambaran
seperti film kilas balik, gambaran saya di masa lalu. Gambaran dosa dan
kenakalan saya di masa lalu dibukakan kembali. Disitu saya mendengar Tuhan
berkata : “Akulah Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat dunia, kalau kamu
tidak percaya maka kamu akan mati!”, itulah perkataanNya.

Saya sungguh percaya, saya menerima Dia dan saya menyembahNya. Setelah itu
saya merasakan beban hidup saya terasa terangkat. Saya rasakan sesuatu yang
ringan, saya seperti terbang, enak sekali dan belum pernah saya rasakan
seperti itu. Hati saya menjadi damai, teduh dan tenang sekali.

Hidup Junaedi Salat telah Tuhan ubahkan. Istrinya, Mauli menyaksikan hal
tersebut.Dahulu kepada anak-anak dia sering berbuat kasar dan tidak peduli.
Tapi kemudian yang terjadi ialah dia menjadi suami yang takut akan Tuhan.
Ia menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab. Sikap kepada anak-anak
berubah karena semua tindakannya berdasar pimpinan Firman Tuhan. Apa yang
dia baca sungguh-sungguh dia praktekkan.

Setelah saya merasakan berkat Tuhan yang besar dalam hidup saya, saya
berkata kepada Tuhan : “Tuhan, mumpung Ali Topan belum terlalu dilupakan
banyak orang, saya mau dipakai Tuhan”. “Saya mau melayani banyak orang,
orang-orang di penjara, orang terkurung dan sakit serta orang jompo”.
Biarlah semuanya hanya untuk Tuhan.

Yesaya 42:5-7
“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah
memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi
perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk
membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat
tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah
penjara.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: